Selasa, 2 Juni 2026

Gempa di Banten

Gempa Rangkasbitung Bukan Gempa Megathrust, Terasa Sampai Jakarta, Ini Penjelasan Pakar Tektonik ITB

Pakar tektonik ITB Irwan Meilano, menjelaskan mengapa gempa di Rangkasbitung, Banten pada Selasa (7/7/2020) siang terasa sampai Jakarta.

Tayang:
BNPB
Ilustrasi gempa bumi dan erupsi gunung 

TRIBUNNEWS.COM - Pakar tektonik Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano, menjelaskan mengapa gempa di Rangkasbitung, Banten pada Selasa (7/7/2020) siang terasa sampai Jakarta.

gempa barusan merupakan gempa dengan kedalaman medium (82 kilometer) dan magnitudo yang hanya 5,4 SR.

Namun, memang kedalamannya yang medium membuat gempa ini dirasakan di wilayah yang lebih luas, seperti Jakarta.

Irwan mengatakan bahwa semakin dalam gempa, maka efeknya ke permukaan semakin luas, tetapi tingkat kerusakannya semakin rendah.

Sebaliknya, semakin dangkal gempa, efeknya ke permukaan akan semakin lokal atau sempit, tetapi tingkat kerusakannya tinggi.

BMKG melaporkan bahwa gempa berkekuatan 5,4 M telah terjadi di Banten pada tanggal 7 Juli 2020 pukul 11.44.14 WIB.

Pusatnya berada pada lintang 6.69 LS dan bujur 106.14 BT pada kedalaman 82 kilometer.

Baca: Gempa di Rangkas Bitung Terasa Sampai Jakarta, Bukan Bergoyang Tapi Naik Turun

Baca: Hingga Siang Ini, Gempa Guncang 3 Wilayah di Pulau Jawa, Semua di Atas M 5,0

gempa guncang Rangkasbitung siang ini
gempa guncang Rangkasbitung siang ini (Twitter BMKG)

Tepatnya 18 kilometer barat daya Rangkasbitung, 29 kilometer barat laut Bayah, 33 kilometer timur laut muarabintung, 64 kilometer barat daya Serang dan 95 kilometer barat daya Jakarta.

Gempa tidak berpotensi tsunami.

Ia menegaskan bahwa bukan gempa megathrust.

Dia mengatakan, kita lihat sama-sama data BMKG. Kedalaman gempanya termasuk kategori medium di atas 80 kilometer.

"Kategori gempa seperti ini, secara dampak tidak terlalu merusak, apalagi magnitudonya kurang dari 6, tetapi guncangannya terasa hingga wilayah yang cukup luas," ujarnya.

Berdasarkan pengalaman Irwan, jenis gempa yang baru saja terjadi di Rangkasbitung biasanya terjadi di bagian dalam lempeng yang masuk dan disebut sebagai interslab.

Selain itu, ada juga yang menyebutnya zona Benioff.

"Jadi gempa itu bukan di pertemuan lempengnya tapi di bagian bawah yang sudah masuk," kata Irwan.

Alhasil, gempa Rangkasbitung bukan gempa megathrust.

Dijelaskan oleh Irwan, gempa megathrust merupakan gempa yang dangkal (kurang dari 30-40 kilometer) dengan magnitudo yang besar (mega).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pakar Tektonik ITB: Gempa Rangkasbitung Bukan Gempa Megathrust ", 
Penulis : Shierine Wangsa Wibawa

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved