Rabu, 3 Juni 2026

Gempa Hari Ini

Hingga Siang Ini, Gempa Guncang 3 Wilayah di Pulau Jawa, Semua di Atas M 5,0

Tiga wilayah di Pulau Jawa, Selasa (7/7/2020), diguncang gempa dengan kekuatan diatas magnitudo 5,0.

Tayang:
Editor: Daryono
ntnews.com.au
(ILUSTRASI) Tiga wilayah di Pulau Jawa, Selasa (7/7/2020), diguncang gempa dengan kekuatan diatas magnitudo 5,0. 

TRIBUNNEWS.COM - Hingga Selasa (7/7/2020) siang pukul 12.42 WIB, tiga wilayah di Pulau Jawa telah diguncang gempa berkekuatan di atas M 5,0.

Informasi ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun Twitternya, @infoBMKG.

Pertama, gempa mengguncang wilayah Jepara, Jawa Tengah, pada Selasa pagi pukul 05.54 WIB.

Gempa yang berkekuatan M 6,1 ini terjadi 53 km arah barat laut Jepara dengan kedalaman 578 km.

Sementara itu, gempa kedua terjadi di Rangkasbitung, Banten, berkekuatan M 5,4.

Baca: Gempa M 6,1 di Jepara Tidak Berpotensi Tsunami, BMKG Imbau Masyarat untuk Tidak Termakan Hoaks

Baca: Data Lengkap Wilayah yang Ikut Rasakan Gempa di Jepara, Kota Surabaya dan Malang Masuk Daftar

Gempa di Rangkasbitung terjadi pada pukul 11.44 WIB dengan kedalaman 82 km arah barat laut.

Tak sampai satu jam, gempa kembali mengguncang wilayah Pulau Jawa bagian barat, tepatnya di Pangandaran.

Gempa yang terjadi di 234 km arah barat daya Pangandaran ini berkekuatan M 5,0.

Pusat gempa di Pangandaran diketahui berada di 10 km.

Ketiga gempa yang mengguncang Jepara, Rangkasbitung, dan Pangandaran, dinyatakan BMKG tak berpotensi tsunami.

Mengenal Skala MMI

Dikutip dari bmkg.go.id, Modified Mercalli Intensity (MMI) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada 1902.

Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Oleh itu skala Mercalli adalah sangat subjektif dan kurang tepat dibanding dengan perhitungan magnitudo gempa yang lain. Oleh karena itu, saat ini penggunaan Skala Richter lebih luas digunakan untuk untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi, pada 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan terutama apabila tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian.

Baca: Gempa di Rangkas Bitung Terasa Sampai Jakarta, Bukan Bergoyang Tapi Naik Turun

Baca: Gempa 6,1 di Jepara Trending di Twitter, Ini Penjelasan BMKG soal Penyebab Gempa

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved