Perusahaan Biotech Lokal Indonesia Temukan Senyawa Aktif Antikanker di Ekstrak Teripang
Temuan riset ini membuka peluang penyembuhan penyakit kanker dengan memanfaatkan bahan natural
Pada tahap 5 analisis kandungan senyawa kimia terdapat kandungan triterpen glikosida merupakan senyawa bioaktif yang menunjukkan aktivitas antikanker atau aktivitas sitotoksik.
Kemudian di tahap ke-enam dilakukan pengujian fraksi teripang dengan menggunakan sel kanker MCF-7 dan sel normal 3T3.
Terbukti menghambat pertumbuhan sel kanker dengan metode yang digunakan untuk menguji pengaruh DMSO terhadap presentasi cell viability pada MCF7 cell lines adalah MTT assay.
MTT assay digunakan untuk mengukur aktivitas selular metabolic sebagai indicator dari cell viability. Tes MTT didasarkan pada pemecahan garam tetrazolium kuning MTT untuk membentuk formazan ungu.
Sel yang sehat tumbuh dengan cepat dengan menunjukkan tingkat penurunan MTT yang tinggi menjadi formazan. Semakin ungu warna yang terbentuk maka jumlah sel yang terindikasi sehat semakin banyak.
Pengukuran absorbansi dilakukan dengan menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 550-600 nm. Pada percobaan ini, panjang gelombang yang digunakan adalah 550 nm.
Ke depan, diperlukan upaya kolaborasi antara akademisi, industri, praktisi juga masyarakat guna mewujudkan obat antikanker alami.
Edward menyatakan, Nucleus Farma akan terus melakukan pengujian ke tahapan proses selanjutnya.
Dokter Manuel Hutapea Sp.OG(K)Onk yang merupakan dokter ahli onkologi (kanker) menyambut positif dan sangat senang dengan ide yang disampaikan sebelumnya kepada CEO Nucleus Farma bahwa Onogate yang mengandung zat antikanker dari Sticophus variegatus, dapat dikembangkan menjadi obat antikanker alami.
Dari riset ini ditemukan adanya senyawa triterpen glikosida yang aktif sebagai antikanker.
Menurut dr. Manuel penelitian antikanker yang dilakukan Nucleus Farma sudah sangat sistematis dan terarah, sehingga kedepan dia menyatakan siap berkolaborasi untuk uji klinik dengan pasien-pasien kanker, terutama untuk kanker payudara dan ovarium.
Ekstraksi Sticophus variegatus ini diproduksi menggunakan Biotechnology LTLP (Low Temperature and Low Pressure) yang canggih.
Hal ini menjadikan Nucleus Farma sebagai perusahaan farmasi pertama di Asia Tenggara yang bisa menghasilkan produk serbuk berkualitas dari ekstraksi LTLP untuk mempertahankan zat aktif alami dari Sticophus variegatus.
Produk tersebut yang digadang-gadang akan dapat menggantikan cairan jelly gamat yang diproses dengan suhu tinggi.
Zat aktif alami dari Sticophus variegatus sangat rentan terhadap suhu dan proses kimia, sehingga proses yang dilakukan oleh Nucleus Farma merupakan bagian dari biotechnology process yang dikembangkan secara serius dan sudah dipatenkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/paparan-riset-teripang.jpg)