Breaking News:

PP-IPTEK Transformasikan Konsep Science Center Konvensional Jadi Virtual

Praktik-praktik IPTEK dibawakan secara virtual dalam upaya memberikan kemudahan bagi generasi muda dimana pun berada.

TRIBUNNEWS/LARASATI
Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( Science Center) atau disingkat PP-IPTEK mentransformasikan konsep science center dari konvensional menjadi virtual atau digital science center pada Kamis (4/2/2021).

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan, digitalisasi science center adalah mengubah peragaan dan program sains yang disampaikan ke masyarakat.

Termasuk pula, transformasi penerapan sistem science center digital itu sendiri.

“Ini memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama generasi muda untuk mengakses IPTEK tanpa harus datang langsung ke PP IPTEK,” kata Bambang pada webinar secara virtual, Kamis (4/2/2021).

Bambang mengatakan digital science center yang diusung selaras dengan program konektivitas 2021 yang diluncurkan Presiden Jokowi dan Kominfo, Jumat lalu.

Dia berpendapat, PP IPTEK berada di bawah naungan Kemenristek BRIN di masa pandemi Covid-19 merupakan hal tepat.

Baca juga: Prof Adjeng Nilai Perlu Terobosan dan Iptek Menghadapi Pandemi Covid-19

“Presiden mengatakan konektivitas digital sangat diperlukan untuk mempercepat layanan publik dan untuk merangkai negara kita yang terdiri dari kepulauan,” ujarnya.

Dalam menerapkan 4.0, Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) sebagai science center melakukan transformasi pada sistem dan layanan yang berbasis digital.

Baca juga: Dongkrak Potensi Ekonomi Lewat Iptek, Pemprov Jabar Kembangkan Ekosistem Digital

Praktik-praktik IPTEK dibawakan secara virtual dalam upaya memberikan kemudahan bagi generasi muda dimana pun berada.

Virtual PP-IPTEK memungkinkan masyarakat terutama pelajar sekolah, mahasiswa, dan pendidik untuk tetap mendapatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai kebutuhan dasar pengembangan wawasan dan keterampilan serta proses pembelajaran sains, dapat berjalan tanpa hambatan.

“Saya menekankan bahwa dalam implementasinya kita harus membuka kedaulatan dan kemandirian digital yang mendorong 8 kebijakan komponen dalam negeri,” kata Bambang.

Bambang juga mendorong adanya pengembangan science center di daerah, sehingga terbangun science center nasional yang dapat mempercepat penyebaran informasi, IPTEK dan inovasi secara luas.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved