Penelitian Menemukan Bau yang Paling Enak dan Tidak Menyenangkan

Ilmuwan gabungan dari Swedia dan Inggris bekerja sama untuk menjawab pertanyaan yang hampir membuat setiap orang penasaran tersebut.

Editor: Hendra Gunawan
freepik.com/dashu83
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM -- Sebuah penelitian di Eropa akhirnya berhasil menemukan bau-bauan paling enak di dunia.

Ilmuwan gabungan dari Swedia dan Inggris bekerja sama untuk menjawab pertanyaan yang hampir membuat setiap orang penasaran tersebut.

Hasil penelitian menemukan, bahwa kebanyakan orang, meski berasal dari budaya dan latar belakang yang berbeda, menganggap vanila sebagai aroma yang paling menyenangkan di planet ini.

Selain vanila, studi kolaboratif antara Institut Karolinska Swedia dan Universitas Oxford juga mengungkap, aroma yang paling enak lainnya adalah etil butirat yang berbau seperti buah persik.

Baca juga: Cegah Bau Mulut Tak Sedap, Ini Waktu yang Tepat untuk Menggosok Gigi saat Bulan Puasa

Sementara urutan ketiga adalah linalool yang memiliki aroma bunga.

Bau yang paling tidak populer dalam penelitian ini adalah asam isovalerat, yang dikenal memiliki bau yang menyengat dan tidak menyenangkan, terkait dengan keju, susu kedelai, dan keringat.

Artin Arshamian, peneliti di Institut Karolinska dan salah satu penulis studi mengatakan, manusia mungkin memiliki preferensi penciuman yang sama karena membantu mereka bertahan hidup.

Kenikmatan aroma terkait dengan struktur molekul bau makanan yang dapat dimakan sebanyak 41 persen.

Sederhananya, manusia cenderung menikmati banyak bau yang sama karena perasaan yang mengakar bahwa suatu barang aman untuk dimakan.

Baca juga: Resep Minuman Mixed Fruit Punch, Dijamin Segar untuk Berbuka

Seperti dikutip dari NPR, Rabu (6/4/2022) dalam studi ini, peneliti pun ingin mengetahui bagaimana persepesi bau tercipta.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved