Mengapa Gurita Bunuh Diri Setelah Bertelur? Ini Penjelasan Ilmuwan

Pada tahun 1944, peneliti berhipotesis bahwa aktivitas kawin pada gurita sekaligus menekan tombol penghancuran diri mahluk laut tersebut.

Editor: Hendra Gunawan
(@jacintashackleton via LIVE SCIENCE)
Ilustrasi: Gurita selimut, Blanket Octopus adalah gurita langka. Gurita ini menampakkan diri di perairan Great Barrier Reef.(@jacintashackleton via LIVE SCIENCE) 

TRIBUNNEWS.COM -- Gurita merupakan jenis binatang laut yang memiliki kecerdasan luar biasa.

Binatang ini juga mampu berubah warna dalam waktu yang begitu cepat.

Tapi di balik kecerdasaannya itu, gurita ternyata memiliki sisi lain yang mungkin belum banyak diketahui banyak orang.

Cephalopoda ini ternyata ditakdirkan menjadi yatim piatu sejak usia sangat muda.

Setelah gurita betina bertelur, sang betina akan bunuh diri.

Baca juga: Bangkai Hiu Paus Temuan Nelayan Dibalut Kain Kafan Lalu Dikubur di Pantai Eretan Indramayu

Awalnya guritas berhenti makan dan mulai melukai dirinya sendiri, merobek kulit dan menggigit ujung tentakelnya.

Pada saat gurita muda keluar dari telurnya, induknya pun sudah mati.

Beberapa bulan kemudian, bapak gurita juga mati.

Kehidupan gurita yang pendek dan suram ini pun telah lama membuat ilmuwan terpesona sekaligus penasaran.

Pada tahun 1944, peneliti berhipotesis bahwa aktivitas kawin pada gurita sekaligus menekan tombol penghancuran diri mahluk laut tersebut.

Baca juga: Fakta Unik Gurita Cincin Biru, Hewan Laut Paling Mematikan di Dunia

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved