Penyakit Cacar Monyet

Roche Klaim Temukan Alat Tes PCR untuk Deteksi Orang yang Terindikasi Cacar Monyet

Roche mengklaim berhasil menemukan alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dapat mendeteksi penyakit cacar monyet.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
rte.ie
Roche mengklaim berhasil menemukan alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dapat mendeteksi penyakit cacar monyet (Monkeypox), saat virus itu menyebar ke luar dari negara endemik. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, BERN - Raksasa farmasi Swiss, Roche, mengklaim berhasil menemukan alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dapat mendeteksi penyakit cacar monyet (Monkeypox), saat virus itu menyebar ke luar dari negara endemik.

"Roche dan anak perusahaannya, TIB Molbiol telah mengembangkan 3 alat tes yang digunakan oleh para peneliti di sebagian besar negara di seluruh dunia," kata perusahaan yang berbasis di Basel itu.

Dikutip dariwww.rte.ie, Kamis (26/5/2022), kit pertama diklaim dapat mendeteksi virus dalam kelompok orthopoxvirus yang lebih luas.

Sedangkan yang kedua mendeteksi virus Monkeypox saja, lalu yang ketiga mendeteksi keduanya secara bersamaan.

"Roche dengan sangat cepat mengembangkan rangkaian tes baru yang mendeteksi virus Monkeypox dan membantu mengikuti penyebaran epidemiologisnya. Alat diagnostik sangat penting untuk menanggapi dan pada akhirnya mengendalikan tantangan kesehatan masyarakat yang muncul," kata Kepala Diagnostik, Thomas Schinecker.

Baca juga: Para Ilmuwan Curiga Cacar Monyet Sudah Menyebar di Inggris Selama Bertahun-tahun

Roche menyampaikan bahwa alat uji penelitian dapat menilai penyebaran virus dan membantu memantau dampak potensial dari perawatan, vaksin dan tindakan kesehatan masyarakat.

Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa pada 22 Mei lalu, lebih dari 250 kasus yang dikonfirmasi dan dicurigai telah secara resmi dilaporkan ke WHO dari 16 negara di luar negara endemik di Afrika Barat dan Tengah.

Baca juga: Awal Mula Cacar Monyet atau Monkeypox Ditemukan, Simak Gejala dan Langkah Pencegahannya

WHO menjelaskan, tes PCR adalah 'tes laboratorium yang disukai karena akurasi dan sensitivitasnya'.

Untuk tes ini, sampel yang optimal berasal dari lesi kulit dan kerak kering. Sementara itu, tes darah PCR biasanya tidak meyakinkan dan tidak boleh dikumpulkan secara rutin dari pasien.

WHO menambahkan, metode deteksi antigen dan antibodi tidak membedakan antara orthopoxvirus.

Di sisi lain, Direktur Kedaruratan WHO, Dr Mike Ryan mengatakan bahwa negara-negara telah memberikan informasi yang akan memungkinkan WHO untuk lebih memahami penyebaran Monkeypox ini.

"Kami belum melakukan tindakan pencegahan dan kami sekarang berurusan dengan peristiwa multi-negara yang terkait langsung dengan ketidakmampuan kami, atau keengganan untuk mengelola risiko tersebut lebih awal," kata Dr Ryan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved