Kurangi Penggunaan HFC Bisa Cegah Kenaikan Temperatur Hingga 0,4 Derajat Celcius

Pengurangan konsumsi HFC ini dapat mencegah kenaikan temperatur sampai dengan 0,4°C di penghujung abad ini.

Penulis: Naufal Lanten
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Naufal Lanten
Menteri LHK Siti Nurbaya di peringatan Hari Ozon Sedunia 2022, Jumat (16/9/2022). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Naufal Lanten

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan peringatan Hari Ozon Sedunia yang ke-35.

Peringatan Hari Ozon tahun ini mengusung tema “Montreal Protocol@35: global cooperation protecting life on earth” atau “35 tahun kerja sama global menjaga kehidupan di bumi”.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (Dirjen PPI) KLHK, Laksmi Dewanthi mengatakan Protokol Montreal sebagai perjanjian lingkungan yang telah diratifikasi secara universal, memiliki lebih banyak lagi manfaat untuk diberikan dengan adanya Amendemen Kigali.

Kata dia, di bawah amendemen ini, negara-negara telah berkomitmen untuk mengurangi konsumsi Hidroflorokarbon (HFC).

Adapun HFC merupakan senyawa Gas Rumah Kaca (GRK) dengan nilai potensi pemanasan global (Global Warming Potential/ GWP) yang tinggi, yaitu berkisar antara 53 hingga 14.800 setara CO2.

“Pengurangan konsumsi HFC ini dapat mencegah kenaikan temperatur sampai dengan 0,4°C di penghujung abad ini,” kata Laksmi Dewanthi dalam acara Hari Ozon Sedunia 2022 di Jakarta, Jumat (16/9/2022).

Laksmi mengatakan, penerapan Amendemen Kigali akan memungkinkan peningkatan energi efisiensi dan perluasan pemanfaatan rantai pendingin. Upaya itu diharapkan mampu meminimalisir potensi makanan yang terbuang.

Baca juga: Pemanasan Global Kian Buruk, Peralihan Konsumsi Energi Fosil ke EBT Jadi Keniscayaan

“Sehingga meningkatkan ketahanan pangan dan lebih jauh lagi, mengurangi emisi GRK,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, United Nations Environment Programme (UNEP) menyatakan, hampir 99 persen bahan oerusak Ozon telah dihapuskan dan lapisan ozon telah berangsur pulih.

Hal tersebut menandakan adanya kerja sama global dalam Protokol Montreal berhasil mencapai tujuannya.

Menteri LHK Siti Nurbaya menyatakan, tema perayaan Hari Ozon tahun ini menekankan bahwa dampak implementasi Protokol Montreal telah meluas hingga ke ranah perubahan iklim. 

Untuk itu diperlukan kolaborasi, kemitraan, dan kerja sama global untuk menjawab tantangan perubahan iklim dan melindungi bumi bagi generasi mendatang.

“Upaya Protokol Montreal untuk mengurangi konsumsi Hidroflorokarbon (HFC) yang merupakan gas rumah kaca dengan nilai potensi pemanasan global (Global Warming Potential/ GWP) yang tinggi dan meningkatkan efisiensi energi melalui Amendemen Kigali ini dapat memperlambat gangguan iklim,” kata Menteri Siti Nurbaya saat membuka Peringatan Hari Ozon Sedunia 2022, Jumat (16/9/2022).

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved