Umbul Pluneng, Wisata Air di Klaten yang Tawarkan Kejernihan Air dan Segarnya Mata Air Alami
Saat liburan ke Klaten, Jawa Tengah, jangan lupa mampir ke Umbul Pluneng yang menawarkan segarnya mata air alami hingga jernihnya air.
Penulis:
Sri Juliati
Editor:
Daryono
"Tahun 1970-an, mulai dibangun dinding pembatas antara umbul dengan sawah di sekitarnya," ujar dia.
Baca: Bertrand Antolin Ngamen Bareng Seniman Klaten untuk Galang Dana bagi Korban Bencana di Sulteng
Sebenarnya, Umbul Pluneng terbagi menjadi dua bagian, yaitu Umbul Tirto Mulyono (Umbul Lanang/Lelaki, red) dan Umbul Tirto Mulyani (Umbul Wedok/Perempuan, red).
Kedua umbul ini berjarak sekitar 100 meter dan hanya dipisahkan oleh jalan desa.
Sesuai sebutannya, dulu, Umbul Tirto Mulyono yang berukuran lebih besar diperuntukkan bagi pengunjung lelaki yang ingin mandi atau sekadar menyegarkan diri.

Sementara Umbul Tirto Mulyani untuk pengunjung perempuan.
"Namun sekarang sama saja, siapa saja boleh masuk. Bedanya, ukuran kolam Umbul Mulyani lebih kecil dan tidak terlalu dalam," ujar dia.
Apalagi kini di Umbul Tirto Mulyono sudah dibangun tiga kolam dengan luas dan kedalaman yang berbeda-beda.
Kolam utama di Umbul Tirto Mulyono berukuran 50x10,5 meter dengan kedalaman 2 meter.
Juga terdapat kolam anak-anak dengan kedalaman 75 cm dan ukuran 6x8,5 meter.
"Kalau di Umbul Tirto Mulyani, kedalamannya 120 cm dan panjangnya 20x15 meter," kata Untung.
Asal-usul nama Pluneng pun bisa dibilang unik.
Baca: Tugu Waseso Bangunkan Geliat Perekonomian Warga Desa Soropaten, Klaten
Pluneng berasal dari singkatan Plung (nyemplung) yaitu masuk dalam air dan Neng (seneng) yang berarti senang, bahagia.
Bila dipadankan menjadi nyemplung seneng yang bermakna siapa saja yang mandi di umbul ini akan senang dan bahagia.
Untung mengungkapkan, sejak dulu, Umbul Pluneng sudah jadi tujuan wisata air.
Namun, baru pada 2015, jumlah pengunjung Umbul Pluneng mengalami peningkatan yang signifikan.
