Breaking News:

MRT Jakarta

5 Fakta MRT Jakarta Sudah Mulai Beroperasi, Begini Larangan dan Aturan yang Harus Dipatuhi

Moda transportasi moda raya terpadu (MRT) fase 1 rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) telah diresmikan oleh Presiden Jokowi, Minggu (24/3)

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Rangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) saat uji coba dari Stasiun Lebak Bulus ke Bundaran HI di Jakarta, Senin (18/2/2019). Kereta MRT atau Ratangga akan dibuka untuk komersil antara tanggal 24 - 31 Maret 2019. 

Setelah April, MRT yang dioperasikan akan ditambah menjadi 16 rangkaian kereta, headway atau waktu tunggu pun menjadi 5 menit.

Tak hanya itu, waktu pengoperasiannya juga akan diperpanjang.

"Insya Allah sesudah April, rangkaian akan bertambah menjadi 16 dan jam operasional akan ditambah dari jam 05.00 WIB sampai jam 24.00 malam," kata Anies.

Sementara itu, Direktur Utama PT Transjakarta William Sabandar mengatakan bahwa MRT Jakarta akan dioperasikan secara gratis 25-31 Maret 2019.

Namun, penumpang tetap harus membeli tiket mulai tanggal 25 Maret, hanya saja ketika tiket tidak akan terpotong saat melakukan tap-in.

2. Panduan dan tata cara naik MRT Jakarta

Terdapat 14 panduan dan tata cara untuk naik MRT dari PT MRT Jakarta:

  • Masyarakat disarankan untuk merencanakan perjalanan. Untuk mempermudah, peta dan rute MRT bisa dilihat di situs web JakartaMRT.co.id atau menginstall aplikasi MRT Jakarta.
  • Diharuskan memiliki kartu jelajah MRT Jakarta dengan saldo yang cukup.

Kartu single trip dapat dibeli dengan harga Rp 15.000 dan multi trip seharga Rp 25.000.

Kedua kartu bisa didapat di mesin penjual tiket (vending machine) atau gerai tiket.

  • Mengetahui perkiraan waktu untuk mencapai stasiun tujuan. Perjalanan antar stasiun 2 hingga 3 menit.
  • Saat jam sibuk kereta akan tiba 5 menit sekali. Untuk itu penumpang bisa memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan dari stasiun keberangkatan sampai sampai stasiun tujuan.
  • Ketika berada di satsiun, penumpang harus bisa membedakan antara pintu masuk dan pintu keluar.
  • Hal ini untuk meminimalisir kesalahan penggunaan pintu yang akan menghambat perjalanan penumpang lain yang sedang terburu-buru.
  • Saat akan menaiki kereta MRT, selalu utamakan penumpang yang keluar dari dalam kereta. Selalu perhatikan tanda keluar dan masuk kereta MRT yang telah disediakan.
  • Bila tidak tertib saat keluar dan masuk kereta kemungkinan akan terjadi dua hal, yakni kereta terlambat sampai stasiun tujuan atau penumpang akan terbawa ke stasiun berikutnya.
  • Jika membawa tas berukuran besar sebaiknya dijinjing untuk memberikan tempat bagi pengguna lain.
  • Bila ingin duduk, gunakanlah tempat duduk kosong. Namun usahakan jangan menduduki tempat duduk prioritas selain penumpang yang berhak yaitu para penyandang disabilitas, ibu hamil, ibu membawa anak, dan lansia.
  • Bagi penumpang yang berdiri, diwajibkan untuk berdiri di tengah dan jangan berdiri di depan pintu karena menghalangi penumpang lain yang akan masuk atau keluar.
  • Perhatikan pegangan tangan (hadle) untuk prioritas berwarna kuning. Berdirilah menghadap kursi penumpang dan perhatikan kaki penumpang yang duduk supaya tidak terinjak.
  • Bila melihat orang yang mencurigakan, segera hubungi petugas MRT atau petugas keamanan.
  • Jika ada barang tertinggal atau benda mencurigakan laporkan kepada petugas MRT atau petugas keamanan.
  • Jika terjadi keadaan darurat atau emergency, penumpang dapat menggunakan emergency intercom untuk menghubungi petugas.
  • Biasakan antre dengan tertib agar semua berjalan lancar.
  • Patuhi semua peraturan termasuk dilarang makan dan minum dalam kereta.
  • Penumpang diminta untuk membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Jika belum menemukan tempat sampah, disarankan untuk menyimpan dulu di dalam tas.

3. Aturan dan larangan di MRT Jakarta

Halaman
1234
Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved