Ensemble Gending dan Kyai Fatahillah Band di Salihara
Kelompok musik Kyai Fatahillah (Indonesia) dan Ensemble Gending (Belanda) bakal tampil di Salihara, Pasar Minggu, Jaksel, Selasa (13/7).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua kelompok musik Kyai Fatahillah (Indonesia) dan Ensemble Gending (Belanda) bakal tampil di Salihara, Pasar Minggu, Jaksel pada Selasa (13/7) pukul 20.00 WIB.
Ensemble Gending, yang berdiri sejak tahun 1988 di Belanda, adalah sebuah kelompok gamelan yang memainkan musik gamelan kontemporer. Nama kelompok ini (“Gending”) diambil dari judul sebuah karya komponis Belanda Ton de Leeuw dari tahun 1975.
Banyak
komposisi yang dimainkan kelompok ini merupakan eksplorasi atas tradisi
musik Timur dan Barat, bahkan beberapa di antaranya memadukan keunikan
akustik gamelan dengan musik elektronik.
Para komponis yang karyanya pernah dimainkan oleh kelompok ini antara lain Roderik de Man, Per Norgard, Jan-Rokus van Rosendael, Sinta Wullur, dan Ton de Leeuw.
Ensemble Gending (di bawah arahan Jurrien Sligter) adalah ensembel mukiman (ensemble-in-residence) di Hoogeschool voor de Kunsten Utrecht, Belanda. Pada tahun 2003, mereka berhasil mendapatkan seperangkat gamelan lengkap dari Jawa Tengah, yang diberi nama Kyai Antara Bawana Lan Bawana.
Kyai Fatahillah adalah kelompok gamelan yang didirikan
pada tahun 1994 oleh para mahasiswa IKIP (sekarang UPI) Bandung, dan
telah membawakan karya-karya tradisional maupun kontemporer oleh para
anggotanya sendiri maupun komposer lain seperti Mang Koko, Slamet Abdul
Sjukur, dan Dody Satya Ekagustdiman.
Konduktor kelompok ini adalah Iwan Gunawan, yang juga komposer yang menggunakan, antara lain, prinsip-prinsip minimalisme.