Tania Gunadi, Kisah Berliku Cewek Bandung Tembus Hollywood
Tania Gunadi, kisah mojang Bandung yang pernah jadi tukang cuci piring tapi kini tembus perfilman Hollywood!
Selama lebih dari sepuluh tahun, hingga kini, Tania tak pernah absen belajar dua kali dalam sepekan di kelas akting itu. "Senangnya di Amerika, mau jadi apa saja pasti ada jalan," katanya.
Selain kelas akting, ia membekali diri dengan banyak keterampilan, seperti dansa, ice skating, hingga bela diri. Ia mempelajari semua dasar keterampilan itu dan akan segera memperdalam begitu diterima audisi.
Film pertama
Pada film pertamanya, Tania sama sekali tak dibayar dan hanya ngomong satu kata: hai, hello, dan how are you. Setelah melakoni beragam peran figuran, akhirnya Tania mendapat peran utama sebagai seorang gangster.
Kariernya semakin terdongkrak ketika memerankan tokoh Emma Lau di film serial televisi Disney XD berjudul Aaron Stone yang diputar selama dua tahun.
Pengalaman menarik dikecap Tania ketika berperan sebagai orang Indonesia bernama Sri Sumarto dalam tiga episode drama seri Fox berjudul Boston Public. Produser drama seri tersebut sempat kebingungan mencari aktor dan aktris Indonesia.
Akhirnya, Tania memboyong orangtua, kakak, dan tukang masak restoran Indonesia di Los Angeles untuk ikut-ikutan akting. Ketika bercerita pengalaman akting bersama kerabatnya itu, Tania sampai tertawa terpingkal-pingkal. "Kami berdelapan mengisi hari itu dengan ketawa-ketawa," ujar Tania.
Sebagian dari jerih payah bekerja sebagai artis di negeri orang dimanfaatkan Tania untuk membantu komunitas tak mampu di negerinya. Ia antara lain membangun sumur bagi warga miskin di sebuah desa di Garut, Jawa Barat.
Kepedulian ini terbangun dari ingatan masa kecil. Ketika pertama kali naik kereta api dari Bandung ke Jakarta, Tania merengek ingin turun di perkampungan kumuh pinggir rel. Saat itu orangtuanya melarang Tania turun untuk memberikan selimut kepada seorang nenek yang dilihatnya dari kaca jendela kereta.
"Aku berkata kepada diriku. Suatu saat, aku akan membuat keputusan untuk diriku sendiri. Aku akan berbuat sesuatu untuk mereka yang tak mampu," kata Tania yang masih bermimpi ingin memiliki perusahaan produksi filmnya sendiri.