Kamis, 4 Juni 2026

Sang Martir Bukan Film Tentang Terorisme

seorang bisa berubah 180 derajat karena sebuah peristiwa yang dialaminya. Rangga (Adipati Dolken) misalnya.

Tayang:
Penulis: Willem Jonata
Editor: Rachmat Hidayat

Darah keluar dari hidung dan mulutnya. Tetapi, ia tidak menyerah. Ia menghantamkan botol bir ke kepala lawannya. Ia juga sempat menusuk lawannya dengan pecahan botol itu.

Rambo datang ke tempat kejadian perkara. Ia salut dengan keberanian Rangga. Saat itu, Rambo bisa saja menghabisi orang yang telah membunuh adiknya itu. Tetapi, ia tidak melakukannya. Ia punya rencana lain yang lebih besar.

Ia bersiasat untuk menghabisi Jerry, musuh bebuyutannya, lewat Rangga. Rambo dan Rangga membuat kesepakatan.

Rambo meminta Rangga melakukan bom bunuh diri untuk menghabisi Jerry. Jika upaya itu berhasil Rambo akan membebaskan anak-anak panti asuhan dan memberikan duit ratusan juta rupiah. Rangga menyetujuinya. Tetapi, ia dilema antara menyelamatkan anak-anak panti atau mengikuti perintah Rambo.

Rangkaian adegan di atas merupakan bagian dalam film "Sang Martir" besutan sutradara sekaligus penulis skenario Helfi Kardit. Ia memaparkan potret tentang maraknya premanisme di kota besar. Mereka bisa melakukan tindakannya seolah begitu bebas dan dibiarkan menguasai wilayah tertentu dengan ada backing oknum aparat.

Helfi membubuhkan kisah percintaan di dalamnya. Rangga terlibat asmara dengan wanita bernama Cinta (Nadine Alexandra). Keduanya bertemu di wilayah kekuasaan Jerry, yang dikenal kharismatik oleh masyarakat setempat. Ya, Jerry merupakan penyumbang dana terbesar untuk gereja.

Awalnya, Rangga penasaran melihat Cinta berdoa di luar gereja. Karena rasa penasaran itu, Rangga menghampiri dan berkenalan. Dari situ, ia mengetahui alasan Cinta berdoa di luar gereja sebagai bentuk protes karena ketidakadilan yang telah dialaminya. Lambat laun, mereka dekat dan saling jatuh cinta.

"Agak berat memang cerita yang diangkat. Tetapi, saya mengemas dan menyampaikannya secara entertaining. Entertaining dalam artian punya bobot dalam segi cerita. Seperti adegan kejar-kejaran aktor utama Rangga yang diperankan Adipati saat dikejar genk penguasa salah satu wilayah bernama Rambo. Dan, adegan action itu cukup seru," ucap Helfi.

Helfi menambahkan filmnya itu bukan mengisahkan tentang aksi terorisme yang menjadi pusat perhatian seluruh masyarakat Indonesia, selama satu dekade ke belakang. Helfi sama sekali tidak mau menimbulkan provokasi atas film yang dibuatnya.

"Ini bukan film tentang teroris. Saya hanya menegaskan tentang martir. Saya ingin mengubah mindset dalam jihad. Ini jauh lebih baik ketimbang membuat film teroris. Saya tidak ingin menimbulkan provokasi atas film yang saya buat," tandasnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved