Breaking News:

Uje Meninggal Dunia

Kisah Peziarah dari Parepare

Panasnya cuaca pada siang hari bolong tidak menyurutkan hasrat seorang nenek untuk datang dan berdoa ke makam Ustad Jeffry Al Buchory

WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Warga membaca surat Yasin di depan makam almarhum Ustadz Jeffry Al Buchori atau Uje di TPU Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2013) malam. Hingga hari keempat banyak warga yang terus berdatangan ke makam untuk mendoakan almarhum. 

"Dan saya katakan boleh, mungkin karena dia takut nyushain ya jadinya dia tanya begitu, tapi saya bilang siapapun boleh ziarah ke makam Uje tidak perlu batasan usia tua atau muda," katanya.

"Sebenarnya dia mau ke rumanya juga tetapi sampai sekarang kan belum ada waktu semoga dalam seminggu ini kami bisa ke kediaman keluarga Jeffry Al Buchory," tambahnya.

Sementara itu, menurutnya, Sosok Uje sendiri pernah datang ke Makasar dan merupakan panutan bagi anak-anak dan ibu-ibu. Yang membuat sosok Uje cukup dikenal bagi sebagian besar masyarakat di Parepare karena sikapnya yang tenang dan pembawaan yang baik.

Selain ceramah yang mengena di hati, sikap Uje yang tidak membeda -bedakan setiap orang dan berderma kepada orang yang membutuhkan menjadi salah satu faktor pendorong  yang membuat orang simpatik dan kagum.

"Saya tau Uje dari dia di Tebet dan dari zaman dia gondrong memang suka berderma, maka saya temani nenek ini ke rumahnya, dan mengunjungi makam Uje," katanya yang diikuti dengan anggukan sang nenek yang banyak diam disampingnya.

Tidak hanya sang nenek, sikap simpatik teradap Uje juga ditonjolkan oleh salah seorang kepala sekolah yang menyebut sifat Uje mirip malaikat.  Yoaharis (51), kepala sekolah dari Parepare, Sulawesi Selatan itu, mengatakan sangat tertarik dengan sikap Uje yang tidak membeda-bedakan orang.

Sikap itulah yang membuatnya datang dari Pare-Pare untuk berkunjung ke makam Uje. Bahkan lelaki berkumis itu berani menyebut Uje setengah malaikat atau mirip dewa.

"Saya kira Uje kayak manusia setengah malaikat, saya lihat sikapnya memang baik dan keliatan kalau dia tidak pernah membeda-bedakan orang, dari tayangan televisi keliatan kalau dia sangat menghargai orang," katanya.

Atas dasar itula kepala sekolah dari salah satu sekolah di Pare-Pare ini rela bolos selama seminggu bersama rombongannya  untuk berkunjung ke makam Uje. Dia mengaku mendoakan Uje agar diterima disisi Allah SWT.

"Semoga masuk surga dan menerima berkah karena waktu yang menentukan Allah dan jarang sekali ada orang kaya gini, dia ihklas beri uang ke penjaga motor, saya percaya kalau dia manusia setengah malaikat gak ada ustad lain yang kaya dia," katanya.

Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved