Rabu, 8 April 2026

Hanung Bramantyo: Tidak Mudah Bikin Film Berlatarbelakang Sejarah

Tidak hanya sekali saja, Hanung Bramantyo (38) diprotes setelah membuat karya film

Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Wartakota, Heribertus Irwan Wahyu Kintoko

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tidak hanya sekali saja, Hanung Bramantyo (38) diprotes setelah membuat karya film. Setelah 'Cinta Tapi Beda', film terbaru Hanung berjudul 'Soekarno: Indonesia Merdeka' diperkarakan ke polisi dan pengadilan.

Rachmawati Soekarnoputri (62), salah satu putri Soekarno, tidak bisa menerima film Hanung itu. Rachma--panggilan Rachmawati Soekarnoputri--bahkan menyebutkan, cerita dalam film produksi Multivision Pictures tersebut menyimpang.
Hanung menyayangkan sikap Rachma tersebut. Bagi Hanung, membuat film tokoh besar dengan latar belakang sejarah, tidaklah mudah. Hanung mengaku seperti ada beban berat di pundaknya setiap membuat film sejarah.

"Membuat film Soekarno ini berat," kata Hanung saat berbincang, Rabu (11/12/2013).

Tak hanya ketokohan Soekarno yang mendunia, Hanung menganggap pembuatan film Soekarno itu berat karena ceritanya yang harus sesuai fakta sejarah. Demi film 'masterpiece-nya' itu Hanung harus mencari banyak referensi tentang Soekarno, terutama dari buku. Hanung juga menggelar diskusi dengan anak-anak dan keluarga Soekarno hingga banyak sejarahwan Tanah Air.

Dari fakta sejarah itu, Hanung kemudian memulai pembuatan film 'Soekarno: Indonesia Merdeka' di sejumlah lokasi, mulai Semarang dan Ambarawa, Jawa Tengah, hingga Yogyakarta, Bogor di Jawa Barat. Ribuan orang dilibatkan dalam film itu.

"Konten film Soekarno disusun sebaik mungkin dengan menyajikan fakta sejarah saat peristiwa kemerdekaan terjadi," kata Hanung yang justru heran saat cerita filmnya dianggap Rachma tidak sesuai fakta sejarah.

Menurut Hanung, seperti tokoh bangsa lainnya, figur Soekarno bisa dibuat dalam sepuluh sampai lima belas film berbeda. Siapapun bisa membuat film tentang Soekarno. Ide pembuatan film Soekarno pun bisa datang dari siapa saja.
Film Soekarno juga bisa dibuat dengan beragam sudut pandang yang berbeda. Saat ini, selain Hanung, ada sutradara Viva Westi yang tengah membuat film tentang Soekarno. Sukmawati Soekarnoputri juga menyiapkan film Soekarno.

"Saya bisa bikin film Soekarno lebih bagus kalau tidak ada 'rambu', atau berkompromi dengan keluarga dan pihak lainnya. Ini baru syuting film saja sudah diprotes sana-sini," ucap sutradara asal Yogyakarta itu.

Sepenggal kisah perjuangan presiden pertama Indonesia itu, sejak dilahirkan di Blitar, 6 Juni 1901, hingga memproklamasikan kemerdekaan negeri ini pada 17 Agustus 1945, dikisahkan Hanung lewat film 'Soekarno: Indonesia Merdeka'.

Bagi Hanung, film Soekarno adalah karyanya ke-14. Meski begitu, suami pemain sinetron dan film Zaskia Adya Mecca tersebut menganggapnya sebagai karya pertama. Mimpi Hanung membuat film Soekarno akhirnya terwujud. (kin)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved