Kumpulan Pengalaman Betapa Pernah Frustasinya Mona Ratuliu Jadi Ibu Muda

Tak berbekal ilmu yang memadai sebagai seorang ibu, Mona pun awalnya membesarkan sang putri sulung ala kadarnya.

Kumpulan Pengalaman Betapa Pernah Frustasinya Mona Ratuliu Jadi Ibu Muda
Regina KR/Tribunnews.com
Mona Ratuliu dan keluarga dalam acara peluncuran dan diskusi bukunya di toko buku Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta, Senin (21/12/2015), 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Regina Kunthi Rosary

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menikah serta kemudian memiliki anak di usia muda membuat aktris Mona Ratuliu sempat merasa frustasi.

Tak berbekal ilmu yang memadai sebagai seorang ibu, Mona pun awalnya membesarkan sang putri sulung ala kadarnya.

Namun, Mona tak tinggal diam, ia melakukan berbagai upaya hingga pada akhirnya dapat bangkit dan menjadi seorang ibu yang baik.

Hasil upaya dan pembelajaran sebagai orangtua yang Mona dapatkan pun dikumpulkan dan dirangkai menjadi sebuah buku berjudul ParenThink.

Kendati bukan seorang pakar, Mona amat ingin berbagi pengalamannya kepada para ibu.

Ditemui dalam acara peluncuran dan diskusi bukunya di toko buku Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta, Senin (21/12/2015), Mona menceritakan pengalamannya menjadi seorang ibu muda.

"Aku menikah muda, usia dua puluh tahun, dan segera punya anak. Pas punya anak, bingung menghadapinya. Saat itu aku butuh teman diskusi, sementara internet nggak semudah sekarang. Aku benar-benar merasa sendirian dan akhirnya membesarkan anak ala kadarnya aja," ujar Mona.

Hubungan Mona dan putri sulungnya, Mima, saat itu tak layaknya hubungan seorang ibu dan anak.

"Waktu itu kami benar-benar seperti adik-kakak. Kalau Mima sebal, dia jambak aku. Lalu aku jambak balik.
Mima pernah dimasukkan ke kamar mandi, dimarahi, dicubit," ungkap Mona.

Sampai pada akhirnya Mima mengungkapkan kemarahannya dan ketidaksukaannya terhadap tindakan Mona.

Ungkapan tersebut pun membuat Mona tersadarkan, ia bukanlah orangtua yang baik.

Dengan segala tekad yang tumbuh dengan cepat, Mona pun mulai rajin mengikuti bahkan membuat seminar sendiri.

Berbagai ilmu yang ia dapat pun kemudian rajin ia tulis, awalnya di media sosial Twitter, berlanjut di website pribadinya, hingga pada akhirnya diwujudkan dalam bentuk buku ParenThink tersebut.

Penulis: Regina Kunthi Rosary
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved