Breaking News:

Dugaan Artis Cabul

Kronologi Saipul Jamil Lakukan Tindakan Asusila Terhadap Remaja Pria Pemijatnya

Penyanyi dangdut, Saipul Jamil (SJ) dibekuk Tim Resmob Polsek Kelapa Gading karena diduga melakukan tindakan asusila terhadap remaja pria

TRIBUNNEWS.COM / AMRIYONO PRAKOSO
Kantor Polsek Kelapa Gading yang menangani kasus dugaan pencabulan yang dilakukan pedangdut Saiful Jamil 

Laporan Wartawan Warta Kota, Panji Baskhara Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Penyanyi bergenre dangdut, Saipul Jamil (SJ) dibekuk Tim Resmob Polsek Kelapa Gading di kediamannya, di Jalan Gading Indah Utara VI blok NH 10 No 5, RT 25/12, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (18/2/2016), subuhi.

Dibekuknya Saipul Jamil atau SJ, lantaran adanya laporan dari seorang pemuda berinisial DS (17), warga Semper, Cilincing, Jakarta Utara, yang mengaku menjadi korban pencabulan yang dilakukan mantan suami Dewi Persik tersebut.

Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Ari Cahya Nugraha menyatakan, kejadian berawal saat SJ dan DS sama-sama berada di sebuah acara stasiun televisi swasta di Kawasan Grogol, Jakarta Barat.
Sekitar pukul 01.00 WIB dinihari, SJ meminta DS untuk main ke rumah SJ di Kawasan Kelapa Gading.

"Jadi DS sempat main ke rumah SJ, sekitar dinihari tadi. Sebelumnya, DS menonton sebuah acara di stasiun televisi swasta yang dibintangi SJ. Sekitar pukul 01.00 WIB, yang bersangkutan (DS), diminta SJ untuk membantunya berberes-beres, usai melakukan shooting," kata Ari.

Ari melanjutkan, SJ, DS, dan 3 saksi lainnya, yani AR dan AM selaku asisten SJ, serta EN selaku pembantu rumah tangga (PRT) SJ, setibanya di rumah, mereka beristirahat di kediaman SJ.

"Setibanya di rumah, SJ tak sungkan meminta bantuan DS untuk memijat tubuhnya di kamar SJ sendiri di Lantai II kediamannya. DS sempat menyudahi, namun SJ meminta lagi. Kurang lebih begitu akui Ari.

Namun, pijat DS diketahui membuat birahi SJ memuncak.

Diduga SJ melakukan tindak asulila terhadap pria remaja ini usai tubuhnya dipijat.

"Usai SJ dipijat, ada saja permintaan-permintaan SJ yang terbilang kurang pantas kita jelaskan. DS ini kaget dan mencoba menghindari SJ. Diketahui juga, DS ini sering diberikan uang Rp 50 ribu. Diduga sebelum dipijat, DS ini sudah diiming-imingi uang," tutur Ari.

Ia melanjutkan, "Jadi saya tegaskan, kalau untuk DS ini, yang bersangkutan dari hasil pemeriksaan keterangan korban kepada kami, katanya sudah mau menghindari SJ. Pada saat DS lari turun ke bawah bermaksud menghindar saat tindak tak senonoh itu terjadi. Memang DS ini sering dibujuk rayu oleh SJ. Saat kejadian, langsung DS menghindar dan melaporkan hal itu ke Polsek Kelapa Gading," ungkapnya.

Diketahui, ada salah satu dari saksi yakni diduga EN mengetahui aksi yang dilakukan antara SJ dan DS.

"Ada tiga saksi yang kami periksa. Dua asisten SJ dan satu pembantu SJ. Salah satu dari keterangan mereka, EN memang mengetahui kejadia tak senonoh yang dilakukan antara SJ dan DS. Makanya sampai saat ini masih kami mintai keterangan lebih lanjut.

Menurut Ari, status SJ yang hingga kini masih menjadi saksi, diketahui masih dalam pemeriksaan penyidik. Hanya saja, kata Ari, apabila bukti-bukti sudah mencukupi, SJ kemungkinan kuat bisa menjadi tersangka dan terancam hukuman penjara selama 15 tahun.

"Status sementara masih diperiksa. Secara formil dan materil cukup bukti yang dilakukan, ya kita lakukan sesuai prosedur. Kami ketahui dari keterangan DS memang saling tidak menyukai. Kasus ini masih digali, namun apabila hasil visum pelapor memang terbukti adanya, SJ bisa saja dijerat Pasal 82 ayat 2 UU tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun," katanya.

Editor: Yulis Sulistyawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved