Jumat, 24 April 2026

2 BATAS WAKTU Amanah Isa Al-Masih Disutradarai Pemuda Pontianak

ujuh rumah produksi menggelar nonton bareng film produksi perdananya yang berjudul 2 BATAS WAKTU 'Amanah Isa Al-Masih' di Canopy Center

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Sugiyarto
TRIBUNPONTIANAK/ TITO RAMADHAN
Poster film 2 BATAS WAKTU Amanah Isa Al-Masih 

Sifat emosionalnya yang tinggi dikarenakan ia memendam masa lalu yang cukup mengecewakan dan tidak ada seorang pun yang mengerti tentang apa yang ia rasakan.

Akan tetapi kemampuan interdimensional menjadikan dirinya mampu membaca fenomena fenomena yang akan terjadi.

Film ini mendeskripsikan sosok Tiara, yang menggambarkan satu diantara wanita Indonesia yang menjunjung tinggi pendidikan sambil berjuang menghidupi anaknya.

Walaupun ia berada di tengah hingar bingar kota, dan lajunya arus pergaulan bebas. Dengan prinsip hablum minanas (hubungan dengan sesama manusia) dan hablum minallah (hubungan dengan allah) ia tidak memilih dalam bergaul.

Akan tetapi Tiara memiliki iman yang cukup tangguh karena perjalanan spiritual yang telah ia alami.

Tiara memang tidak memakai atribut agama, akan tetapi sikap kesehariannya tanpa disadari menunjukan nilai nilai dasar agama islam (ajaran keselamatan) yaitu Cinta, kasih dan berserah diri.

Tiara mendapatkan  kemampuan untuk menembus dimensi lain, bisa melihat masa depan dan masa lampau, kemampuan tersebut dinamakan interdimensional.

"Bukan hanya Tiara yang mendapatkan (merasakan) Hidayah tersebut. Akan tetapi banyak sekali di berbagai belahan dunia ini yang mendapatkan hidayah tersebut."

"Salah satunya colton burpo anak seorang pastur ( Nebraska, United State )dan juga akiani kramarik seorang pelukis spiritual yang menggambarkan Isa Al-Masih (Mount Morris, New York)," papar Rudi.
 
Pertanyaan pertanyaan yang Tiara simpan sejak kecil adalah pertanyaan dasar pengetahuan dalam mulai menjalankan proses keyakinan (iman), hingga ia mendapatkan jawaban (kesempatan) dalam bentuk rasa yang paling dalam.

Sosok yang mejaga tiara merupakan isyarat untuk ia kejalan lurus, dan takwa kepada allah ,didalam  surah Ar-Rad 13:11.

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."

"Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia," ucap pria yang juga mensutradarai film Dokumenter Peace 360.

Selain itu, menurut Rudi, hal ini diperkuat pula oleh surah Adz-Dzariyat: 56 "Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku".

Pandangan umum masyarakat sosial di era informatika (sahabat dan keluarga tiara) tentang perjalanan rasa yang dialami tiara dianggap keluar dari logika. karena perjalanan rasa terkadang bisa sangat dimengerti oleh orang yang juga merasakan perjalanan tersebut.

Sebagian orang mengerti tentang gula itu manis, tapi orang yang lebih mengerti gula itu manis ketika ia merasakan gula tersebut.

“Yang Tiara alami bukan khayalan tapi keyakinan yang nyata” sambungnya.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Rudi menerangkan bahwa film yang disutradarainya ini belum dapat dinikmati di bioskop di Pontianak, namun justru dapat ditonton di bioskop di Singkawang.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved