Rabu, 22 April 2026

Masih Ingat Valak? Tak Kalah Seram, Saraf Anda Dijamin Lemas Saksikan Badut 'It' ini

Penggarapan film, khususnya yang bergenre horor, melibatkan berbagai aspek di balik tangan-tangan yang juga sudah ahli.

Editor: Rendy Sadikin
IMDB/Warner Bros
Badut Pennywise di film It yang akan tayang pada akhir 2017. 

Sementara itu, kengerian Valak dalam Conjuring 2 menjadi pekerjaan colorist Greg Curry yang juga menggarap Iron Man dan Star Trek, Jon Rocke (Kong: Skull Island), serta colorist veteran, Mark Griffith, yang menurunkan tangan dinginnya sejak penggarapan film legendaris tahun 1955, Sound of Music.

Warna horor

Jika diperhatikan, Valak tampil dengan dominasi warna hitam dan putih.

Namun, permainan gradasi kontras antara kepucatan warna putih pada tubuh dan kostumnya dengan latar rumah yang hangat membuat kengerian yang disuguhkan menjadi hidup berkat tangan colorist.

Sementara itu, tampilan pewarnaan sosok Si Badut Pennywise belum bisa dilihat secara utuh di bioskop karena film It masih menunggu jadwal penayangan.


Meski demikian, trailler-nya sudah beredar di internet.

Dari sini bisa terlihat bagaimana pewarnaan yang dihidupkan ketika wajah si badut muncul separuh saja dari saluran air dengan warna matanya yang kontras.

Pewarnaan dasar untuk film horor sendiri, menurut Tobias dalam situs webnya, surfacedstudio.com, adalah "gelap" dan "agak kotor".

Badut Pennywise dalam salah satu adegan di film It. Film ini sendiri akan tayang pada akhir 2017.
Badut Pennywise dalam salah satu adegan di film It. Film ini sendiri akan tayang pada akhir 2017. (IMDB/Warner Bros)

Namun, sejatinya, setiap film punya palet warna atau kumpulan warna pilihan, yang umumnya bahkan sudah dibuat sebelum film diproduksi.

"Apakah mereka membuat film realistis, atau komedi yang secara warna berhubungan dengan karakternya? Jadi, warnanya tidak bisa abstrak," kata Mike Sowa, colorist film-film Hollywood, sepertiThe Jungle Book dan film dari Marvel, Doctor Strange.


Pria yang digaet oleh Panasonic untuk menciptakan sistem pewarnaan TV Hexachrome ini, seperti dikutip Wired.com dalam "How Hollywood is Helping to Design the Perfect TV", lalu mencontohkan bahwa dalam film laga, yang perlu diangkat adalah saturasi dan kekontrasannya.

Pewarnaan pada TV Panasonic garapannya sendiri pada akhirnya diproses melalui sebuah drive yang proses kerjanya mengedit gambar pada ruang-ruang warna lewat look up table 3D.

Valak con
Valak con ((www.movienewsguide.com))

Hasilnya, warna gambar menjadi lebih hidup dan lebih kaya karena tiap elemen warna dalam gradasinya pun diperkuat setelah adanya tambahan tiga warna lagi di luar tiga warna standar TV merah, hijau, biru atau red, green, dan blue (RGB), yakni cyan, magenta, yellow (CMY).

Teknologi tersebut pada akhirnya membuat semacam revolusi karena teknologi yang bisa dinikmati di layar bioskop lantas juga menular ke TV tipe Hexachrome.

Pada akhirnya, para penonton di rumah dipersilakan untuk melihat Valak dan Pennywise secara langsung dan hidup di ruang tengah untuk memastikan siapa di antara mereka yang paling menyeramkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved