Minggu, 31 Agustus 2025

Harus Ekstra Perawatan, Begini Cara Asri Welas Mengurus Bayinya di Sela Syuting Kejar Tayang

Sejauh ini, keluhan Ibran hanya di kedua matanya saja. Lainnya masih normal, seperti bayi umumnya.

Tribunnews/JEPRIMA
Artis peran Asri Welas bersama suaminya saat menjelaskan bagaimana mulanya ia mengetahui bahwa anak keduanya Rayyan Gibran Ridharaharja atau Ibran bisa terdeteksi terkena katarak di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/9/2017). Ibran sudah menjalani dua kali operasi dalam satu bulan pada kedua matanya yang menderita penyakit katarak. Namun akhirnya Ibran bisa melihat kembali dengan bantuan kacamata. "Alhamdulillah, anakku akhirnya bisa melihat. Tapi pakai kacamata plus 16, tebal banget," pungkas Asri. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dari Studio 88 di Jalan Putri Nunggal, kawasan Harjamukti, Cimanggis, Depok, Asri Welas (38) bergegas kembali ke rumahnya, Selasa (5/12/2017) sore.

Hanya lima menit, kata Asri. Bintang film, sinetron yang juga penyiar radio tersebut harus kembali secepatnya ke rumah untuk mengantar Rayyan Gibran Ridha Rahardja alias Ibran cek ke dokter.

“Meski syuting sinetron striping (kejar tayang), saya harus mengurus Ibran. Sore ini saya harus mengantar Ibran berobat ke dokter,” kata Asri disela syuting sinetron Warteg DKI di Studio 88. Sesibuk apapun pekerjaannya, Asri tetap mengurusi Ibran.

Saat ini usia putra kedua Asri menginjak 7 bulan. Berat badan Ibran juga terus naik dan kini sudah 7 kilogram.

“Imunisasi dan ASI-nya juga normal,” kata Asri.

Sejauh ini, keluhan Ibran hanya di kedua matanya saja. Lainnya masih normal, seperti bayi umumnya.

Hanya, lantaran didiagnosa mengalami katarak sejak dilahirkan, penglihatan Ibran harus dibantu kacamata.

Baca: Dipindahkan ke Dari Ruang ICU, Edison Wardhana Gelisah Tak Bisa Tidur, Ternyata Ini Penyebabnya

Putra kedua Asri Welas mengenakan kacamata dengan lensa (+16.00).
Putra kedua Asri Welas mengenakan kacamata dengan lensa (+16.00). (Instagram)

Proses penyembuhan kedua matanya juga terus membaik, meski di mata kanan dan kirinya sekarang plus 16.

Kacamata harus terus menempel di kedua mata Ibran setelah lensa mata diambil belum lama ini.

“Ibran ini salah satu pasien yang langka, anak yang memiliki katarak lahir, tetapi tidak dibarengi telinga yang tidak mendengar atau jantung bocor. Ibran tak mengalami itu semua. Ini kasus yang langka sekali, tapi semoga tidak masuk sakit langka,” ucap Asri.

Terapi

Sejauh ini, kacamata menjadi penolong Ibran. Asri menduga, di usia satu atau dua tahun nanti, Ibran harus kembali menjalani operasi implan lensa.

“Semoga bisa jadi mata normal,” kata Asri yang tiga kali dalam satu minggu harus menemani Ibran melakukan terapi.

Terapi dilakukan karena gerakan tubuh Ibran tidak bergerak sesuai usianya. Sebab, sejak usia Ibran tiga bulan, gerakan tubuhnya harus ditahan dan tak diizinkan gulang-guling karena dikhawatirkan bisa mengganggu kondisi bola mata. Keterlambatan bergerak itu yang dilakukan terapi.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan