Perjuangan Luna Maya Tahan Rasa Sakit Demi Ciri Khas Suzzanna

Tak mudah bagi Luna Maya, untuk beradegan melotot seperti halnya Suzzanna, ratu horor yang identik dengan karakter sundel bolong.

Perjuangan Luna Maya Tahan Rasa Sakit Demi Ciri Khas Suzzanna
Tribunnews.com/Nurul Hanna
Luna Maya dalam jumpa pers perilisan teaser dan poster Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurul Hanna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tak mudah bagi Luna Maya, untuk beradegan melotot seperti halnya Suzzanna, ratu horor yang identik dengan karakter sundel bolong.

Lantaran memiliki bola mata warna cokelat, Luna harus menggunakan kontak lensa hingga 12 jam selama syuting film Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur, yang dibintanginya. Sebagai akibat, matanya mengalami iritasi.

“Jadi saya selama syuting hampir 50 hari, memakai kontak lens warna hitam. Paling susah melotot menggunakan kontak lens, kadang saya jadi juling. Karena kontak lensnya menutupi retina mata saya,” kata Luna Maya dalam jumpa pers perilisan teaser dan poster Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur, di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018).

Luna juga merasa kesulitan saat beradegan menangis. Sebab, lensa kontak yang dipakai dapat menyerap air mata.

Lantaran kuku tangan Luna juga harus dirias dan ditambah kuku palsu, ia pun jarang melepas lensa kontak tersebut.

Seringkali, Luna membiarkan lensa kontaknya terpasang selama 12 jam nonstop. Ia bahkan harus menahan rasa sakit cukup lama.

Kendati demikian, Luna Maya mengabaikannya. Itu bentuk totalitasnya memerankan karakter tersebut. Sebab ia menyadari adegan melotot merupakan salah satu adegan ikonik.

“Mudah-mudahan kerja keras saya berbuah hasil. Ini syuting tergila, pressure-nya gila,” ucapnya.(*)

Penulis: Nurul Hanna
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved