Sabtu, 30 Mei 2026

Banyak yang Penasaran Ingin Lihat Deddy Corbuzier Masuk Islam, Ponpes Ora Aji Ramai Didatangi Warga

Suasana Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji yang rencananya bakal menjadi tempat artis Deddy Corbuzier masuk Islam mulai ramai, Jumat (21/6/2019) siang.

Tayang:
kolase/Tribun Jogja/Tribun Jateng/dok Tribunnews.com
Ponpes Ora Aji yang terletak di Tundan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta ini adalah pesantren yang diasuh oleh Gus Miftah, guru spiritual Deddy Corbuzier. 

Adalah Gus Miftah, sosok yang disebut akan mendampingi Deddy Corbuzier mengucap dua kalimat syahadat pada Jumat 21 Juni 2019 hari ini di Jogjakarta.

Deddy dikabarkan akan memeluk agama Islam selepas salat Jumat di Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta.

“Insya Allah, doain saja mudah-mudahan nggak ada perubahan,” kata Gus Miftah saat dihubungi wartawan, Rabu (19/6/2019).

Siapakah Gus Miftah?

Nama Gus Miftah diketahui makin ngetren di pelbagai kalangan, baik di pedesaan, perkotaan bahkan di luar negeri.

Gus Miftah bernama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman adalah kiai muda dan pemimpin pondok pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta.

Ulama muda NU itu dikenal sebagai pendakwah di dunia malam mulai kelas bawah hingga atas, akrab dengan kaum marginal dan sering tampil serta membaur bersama orang orang di kafe.

Semua dalam rangka dakwah.

Dia pun kini kondang di kalangan pesantren maupun di luar ponpes.

Gus Miftah asli Ponorogo, lahir di Lampung kemudian kuliah di Yogyakarta.

Gus Miftah bercerita tentang berbagai topik, termasuk rencana Deddy Corbuzier masuk Islam jadi mualaf, Senin (17/6/2019)
Gus Miftah bercerita tentang berbagai topik, termasuk rencana Deddy Corbuzier masuk Islam jadi mualaf, Senin (17/6/2019) (TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Namanya mulai viral saat video di Youtube muncul saat Gus Miftah memberikan pengajian di klub malam Bosche di Bali.

Kini video-video pengajian yang diunggah di Youtube ditonton oleh ratusan ribu bahkan jutaan viewer dalam hitungan minggu.

Gus Miftah kelahiran Lampung 5 Agustus 1981 ini sering mengenakan blangkon, rambut gondrong, dan kadang berkacamata hitam.

Menggunakan Bahasa Jawa campur Indonesia, melawak untuk selingan ceramahnya. Kadang shalawatan dan puji-pujian berbahasa Jawa penuh makna.

Biasa berdakwah di kelap malam, tempat lokalisasi dan salon plus-plus. Dulu yang sering mendapat pertentangan kini justru berebut dan antre untuk bisa mendatangkan Gus Miftah.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved