Moeldoko Sebut Ada Kelompok Terorisme Manfaatkan Aksi Depan MK

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan ada sekitar 30 orang yang diduga dari kelompok jaringan teroris masuk ke wilayah ibu kota.

Moeldoko Sebut Ada Kelompok Terorisme Manfaatkan Aksi Depan MK
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menyebut ada kelompok teroris yang menunggangi aksi massa di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

Ia mengatakan, ada sekitar 30 orang yang diduga dari kelompok jaringan teroris masuk ke wilayah ibu kota.

Sejauh ini, pemerintah dan pihak terkait telah mendeteksi dan mengenali kelompok-kelompok itu.

Baca: Jokowi Mungkin Pantau Putusan MK via Youtube

Baca: Membaca Sikap Politik Partai Demokrat Setelah MK Putuskan Sengketa Pilpres Besok

Baca: Massa Demo Tahlil Akbar 266 Minta Prabowo Tolak Putusan MK

"Memang ada kelompok-kelompok teroris yang sudah menyiapkan diri. Ada kurang lebih 30 orang sudah masuk di Jakarta, kita sudah lihat itu, sudah kita kenali mereka," kata Moeldoko saat ditemui di kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

Padahal menurut dia, rekonsiliasi pasca pemilu tengah berjalan.

Meski demikian, ia mengungkapkan, masyarakat tak perlu khawatir berlebihan, karena pemerintah telah lebih jauh mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Baca: Kata Mantan Istri, Deddy Corbuzeir Pernah Ungkap Keinginan Jadi Mualaf kepada Ustaz Jefri Al Buchori

Sejauh ini, ia mengatakan, kondisi keamanan nasional relatif terkendali.

Untuk pengamanan saat putusan sengketa pemilu di MK, kekuatan TNI dan Polri yang diterjunkan ada sekitar 40 ribu personel.

"Jadi enggak usah khawatir kalau terjadi sesuatu. Sebenarnya sekarang ini proses rekonsiliasi sedang berjalan sudah bagus, tapi saya ingin katakan ada kelompok-kelompok yang tidak suka itu maka ditempuh cara-cara jalanan buktinya besok ada turun sekelompok itu," jelas dia.

Dirinya pun meminta agar, massa tak memaksakan diri menggelar aksi, mengingat Prabowo Subianto telah menginstruksikan langsung agar massa tak turun ke jalanan selama proses sidang MK berjalan.

"Mohon diikuti imbauan itu Pak Prabowo jangan turun ke lapangan dan diselesaikan dengan cara yang baik. Tapi kita lihat ada kelompok-kelompok yang tidak menginginkan itu mungkin mereka punya keyakinan lain, kita ikutin kita lanjutkan (kita waspadai itu)," ungkap mantan kepala staf TNI AD ini.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved