Sabtu, 30 Agustus 2025

Cerita di Balik Gosip Pacaran, Ifan Seventeen Sampai Putuskan Kontrak, Juliana Mochtar Pun Kecewa

Model dan pemain film Juliana Mochtar (30) mengaku kecewa berat karena Ifan Seventeen membatalkan kerjasama merilis lagu.

Kolase foto Instagram @julianamoechtar/@ifanseventeen
Juliana Moechtar, istri Herman Seventeen dan Ifan Seventeen 

Karena dibatalkan ditengah jalan, bekas finalis Puteri Indonesia 2010 itu mengaku mengajak berbicara Ifan dari hati ke hati, untuk menyelesaikan semua persoalan ini.

Sebab, hampir batalnya project single 'Hun' itu karena Ifan tidak terima digosipkan memacari Ully, yang merupakan bekas istri sahabatnya sendiri.

"Aku ajak ngobrol ke Kak Ifan yang mau bantuin aku kenapa tiba-tiba seperti ini. Terakhir kita sampai putus komunikasi gara-gara gosip pacaran ini. Aku sampai angkat tangan dan memohon kepada dia. Tapi alhamdulillah diteruskan," katanya.

Namun, lanjut Ully, berjalannya waktu hingga lagu itu di rillis rupanya tidak berjalan dengan mulus. Tingkah Ifan membuat Ully sangat kecewa.

"Pembuatan video dan pengambilan foto aja susah banget. Sampai akhirnya aku hanya minta tolong, kalau Kak Ifan tidak mau ikut manggung, tolong publikasikan," ujar Juliana Mochtar.

Mimpi Ditemui Bani, Oki, & Ujang Pasca Tsunami Banten, Kru Seventeen: Mereka Terlihat Bahagia
Mimpi Ditemui Bani, Oki, & Ujang Pasca Tsunami Banten, Kru Seventeen: Mereka Terlihat Bahagia (Instagram/ifanseventeen)

Tsunami dan Duka Seventeen

Diberitakan sebelumnya, gelombang tinggi menerjang pesisir Serang dan menyebabkan sejumlah kerusakan di wilayah Selat Sunda, seperti Lampung Anyer, dan Banten akhri tahun 2018.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gelombang itu merupakan tsunami. BMKG menyampaikan kesimpulan tersebut setelah mendapatkan data dari 4 stasiun pengamatan pasang surut di sekitar Selat Sunda pada waktu kejadian tsunami, yaitu pukul 21.27 WIB.

Hasil pengamatan menunjukkan tinggi gelombang masing-masing 0.9 meter di Serang pada pukul 21.27 WIB, 0,35 meter di Banten pada pukul 21.33 WIB, 0,36 meter di Kota Agung pada pukul 21.35 WIB, dan 0,28 meter pada pukul 21.53 WIB di Pelabuhan Panjang.

Saat kejadian, grup band Seventeen sedang mengisi acara gathering Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Tanjung Lesung Beach Resort, Banten.

Air pasang atau tsunami tersebut menghantam sebuah panggung pertunjukan, dimana saat itu Seventeen sedang beraksi didepan ratusan pegawai PLN.

Air pasang dari laut itu langsung menghancurkan panggung Seventeen. Seketika, semua orang yang berada didepan panggung berhamburan.

Dari personil Seventeen, hanya Ifan sang vokalis yang selamat.

Herman Sikumbang (Gitaris), Andi (drummer), Bani (Bassis) menjadi korban dan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, termasuk road manajer mereka, Oky Wijaya dan Ujang sebagai crew Seventeen juga meninggal.

Ketiga personil Seventeen pun ditemukan dalam waktu berbeda-beda.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan