Putri Ayu Azhari Ikut Meriahkan Acara Kebudayaan Indonesia di Swedia

Ayu dan Isabelle mengenalkan kain khas Flores, Nusa Tenggara Timur yakni kain tenun nagekeo

Putri Ayu Azhari Ikut Meriahkan Acara Kebudayaan Indonesia di Swedia
istimewa
Keluarga Ayu Azhari 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Putri Ayu Azhari dan Mike Tramp, Isabelle Tramp meriahkan acara kebudayaan Indonesia di Swedia bertajuk Wonderful Indonesia Festival Kampung Indonesia 2019.

Dalam acara tersebut Isabelle berkesempatan untuk menunjukan busana Indonesia hasil rancangannya.

Ayu Azhari mengatakan putrinya tersebut memang memiliki hobi dalam dunia fashion designer.

"Isabel sebenarnya hobi aja, kebetulan kakaknya, Sulaiman yang semestinya ikut peragaan busana fashion show di Kampung Indonesia tetapi Sulaiman Atiq masih musti ke Finland dulu urus sekolahnya," kata Ayu Azhari dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Senin (29/7/2019).

"Kebetulan Isabel ada beberapa koleksinya yang bisa ditampilkan dan semuanya memang etnik juga konsepnya pas untuk dibawa ke Stockholm untuk summer," tuturnya.

Baca: Gara-gara Nonton Sinetron Ayu Azhari, Ria Ricis Bercita-cita Jadi Putri Duyung Sejak Kecil

Dalam acara tersebut, Ayu dan Isabelle mengenalkan kain khas Flores, Nusa Tenggara Timur yakni kain tenun nagekeo. Beberapa wisatawan pun tertarik dengan apa yang dibawa oleh Ayu dan putrinya.

"Ternyata banyak yang tertarik, laris deh alhamdulillah, bisa membuka pasar baru untuk UKM ya dari pengerajin batik dan jumputan," ucap Ayu Azhari.

"Isabella dapat booth untuk memperkenalkan busana koleksinya dan mashaallah belum acara selesai (acara) sudah habis semua," jelasnya.

Acara tersebut diadakan oleh KBRI Indonesia dan Duta Besar Indonesia untuk Swedia, Bagas Hapsoro, tepatnya di kawasan Kungsgarden.

Sebagai seorang public figure, Ayu Azhari tak hanya membawa kain khas Flores. Ia juga mengajak beberapa wisatawan untuk bernyanyi dan menari lagu Flores berjudul Nusa Bunga.

"Saya ajak semua bergoyang walaupun hanya goyang jempol, karena dengerin musik dangdut tanpa bergoyang ibarat makan sayur asem tapi tak pakai garam, kurang sedap ya," ungkap Ayu Azhari.

Penulis: bayu indra permana
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved