Lomba Karya Cipta Lagu Anak 2019 Pappri dan Disparbud Prov DKI Jakarta

Boleh jadi Pappri (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta lagu dan Pemusik republik Indonesia) Jakarta Raya menjadi salah satu DPD yang paling aktif

Lomba Karya Cipta Lagu Anak 2019 Pappri dan Disparbud Prov DKI Jakarta
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Pappri DKI Jakarta Bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menggelar Lomba Karya Cipta Lagu Anak 2019. Dalam acara puncaknya digelar, Kamis (15/8/2019) bertempat di Theater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Boleh jadi Pappri (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta lagu dan Pemusik republik Indonesia) Jakarta Raya menjadi salah satu DPD yang paling aktif menggelar acara untuk anak anak, baik itu yang bersifat Lomba Nyanyi maupun Lomba Cipta Lagu.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya acara yang mereka gelar beberapa waktu lalu, diantaranya adalah; lomba nyanyi lagu anak yang digelar di Blok M PlazabJakarta selatan, kemudian Lomba Cipta Lagu anak di di Ballroom KBN Cilincing, Jakarta Utara, dan lomba nyanyi Lagu Anak Murai yang digelar di Balai Pelatihan Seni Budaya di kawasan Asem Baris, Jakarta Selatan, dan kali ini Pappri DKI Jakarta Bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menggelar Lomba Karya Cipta Lagu Anak 2019.

Lomba Karya Cipta Lagu Anak 2019 Pappri dan Disparbud Prov DKI Jakarta.
Lomba Karya Cipta Lagu Anak 2019 Pappri dan Disparbud Prov DKI Jakarta. (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

Dalam acara puncak yang digelar pada hari kamis 15 Agustus 2019, bertempat di Theater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) ini, pihak Pappri DKI Jaya bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud DKI Jakarta).

Kepada para wartawan, Ketua DPD Pappri DKI Jakarta Raya Maxie Mamiri didampingi oleh Roro Rachmawati selaku Bendahara menjelaskan bahwa lomba kali ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu kategori PAUD dan kategori SD. Dari dua kategori tersebut masing-masing akan dipilih 10 besar saja. 

” Untuk Lomba Karya Cipta lagu Anak 2019 ini kami bagi menjadi 2 kategori, yaitu kategori PAUD dan kategori SD. Dari kedua kategori tersebut akan kami ambil masing masing 10 besar. Pemenangnya selain mendapat hadiah dan piagam, nantinya akan dibuatkan album kompilasi 10 besar”, jelas Maxie Mamiri saat ditemui di TIM Jakarta, pada Kamis, 15/09/19.

Lomba Karya Cipta Lagu Anak 2019 Pappri dan Disparbud Prov DKI Jakarta.
Lomba Karya Cipta Lagu Anak 2019 Pappri dan Disparbud Prov DKI Jakarta. (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

Pada kenyataanya, lagu anak-anak belakangan ini seakan tenggelam dari hingar bingar jagad musik Indonesia. Fakta ini tidak hanya menjadi keprihatinan para musisi dan pelaku industri musik, tetapi juga menjadi keprihatinan semua pihak.

Dalam kesempatan ini pula Ketua Pembina Pappri Jakarta Raya, Brigadir Jenderal TNI Drs. Akhmad Tamim, M.Si. menyampaikan keprihatinnanya,

“Terus terang saya prihatin dengan kondisi anak-anak kita sekarang ini, mereka banyak menyanyikan lagu-lagunya orang dewasa, yang liriknya tidak pas dengan usianya. Bahkan jauh dari mendidik, makanya ketika PAPPRI DKI Jakarta berkeinginan untuk menggelar Lomba Karya Cipta Lagu Anak, saya langsung merespon dan memberi support,” jelas Jenderal bintang satu tersebut.

Lomba Karya Cipta Lagu Anak 2019 Pappri dan Disparbud Prov DKI Jakarta.
Lomba Karya Cipta Lagu Anak 2019 Pappri dan Disparbud Prov DKI Jakarta. (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

Lebih lanjut Tamim menmbahkan ” Dulu kita punya idola anak-anak, misalnya ada Adi Bing Slamet, Chicha Koeswoyo, Ira Maya Sopha, dan Dina Mariana. Kemudian generasi berikutnya ada Bondan Prakoso, Tasya Camila, Eno Lerian Joshua, Melisa Tina Toon dan lain lain. Sekarang sudah tak ada lagi yang muncul penyanyi anak yang menjadi idola anak anak. Semoga melalui ajang ini nantinya muncul penyanyi baru maupun lagu baru yang mendidik dan bisa menjadi idola bagi anak-anak”, tambah Tamim.

Sementara itu kepala Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta Edy Junaedi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Gumilar Ekalaya juga menyampaikan keprihatinan yang sama.

Halaman
12
Editor: FX Ismanto
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved