Kelar Mediasi, Livi Zheng Minta Hak Jawab dan Permohonan Maaf

Selama hampir 6 jam pihak Livi Zheng mediasi dengan tiga perwakilan media di gedung Dewan Pers, Kebon Siri, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).

Kelar Mediasi, Livi Zheng Minta Hak Jawab dan Permohonan Maaf
Tribunnews.com/Nurul Hanna
Livi Zheng mediasi dengan perwakilan tiga media di gedung Dewan Pers, Kebon Siri, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurul Hanna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selama hampir 6 jam pihak Livi Zheng mediasi dengan tiga perwakilan media di gedung Dewan Pers, Kebon Siri, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).

Dalam mediasi tersebut, akhirnya dirumuskan bahwa salah satu media harus memberikan hak jawab dan meminta maaf kepada Livi Zheng.

Arif Zulkifli, Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers menyebut artikel dari media yang diadukan sudah ditelaah.

Ketiga media tersebut yakni Tirto.id, Asumsi.co, dan Geotimes.co.id

Baca: Merasa Dirugikan Oleh Pemberitaan, Livi Zheng Tempuh Jalur Hukum?

Baca: Jefri Nichol Tak Ajukan Eksepsi Meski Didakwa Dua Pasal dengan Hukuman Maksimal 12 Tahun Penjara

Baca: Livi Zheng Ngotot Berkarier sebagai Sutradara di Hollywood, Film Pertamanya Modal Dengkul

“Ingat bahwa mediasi dengan Dewan Pers hanya menyangkut konten. Faktor etik dari konten, itu yang kita periksa. Apakah berita itu cover both side, apakah berita itu ada cek dan ricek. Seterusnya. Jadi bukan hal-hal di luar itu, hal tentang Livi yang sekarang sedang menjadi kontroversi,” kata Arif.

Baca: Wajahnya Tegang, Jefri Nichol Akui Deg-degan Jalani Sidang Perdana Kasus Narkoba

Jumlah artikel yang diadukan Livi Zheng, yakni 5 milik Tirto.id, 6 milik Geotimes dan 1 milik Asumsi.co. Dalam medisi, pemberitaan milik portal berita Tirto dinilai oleh Dewan Pers tidak berimbang.

Mengandung opini dan terkesan menghakimi Livi.

Baca: Film Garapan Livi Zheng Berlatar Bali yang Sukses di AS Segera Tayang di Indonesia

“Penyelesaian di Dewan Pers adalah penyelesaian etik. Berupa hak jawab, permohonan maaf. Itu biasa sekali,” kata Arif.

“Iya (artikel Tirto) itu jelas-jelas (berupa) berita. Ada kalimat yang dinilai oleh Dewan Pers sebagai opini yang menghakimi. Tidak ada konfirmasi yang cukup, begitu,” tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Nurul Hanna
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved