Kabut Asap
Uya Kuya Tanggapi Kabut Asap, Ini Permintaannya Pada Pemerintah
Presenter Uya Kuya ikut bicara soal kabut asap yang terjadi di sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Massa yang tergabung dalam Persatuan Masayarakat Riau Jakarta (PMRJ) itu ramai-ramai turun ke jalan sebagai bentuk kepedulian atas musibah kabut asap tebal di Riau.
"Kami merasa prihatin sudah 2.000 orang lebih yang terkena ispa (infeksi saluran pernapasan akut) dan anak liburkan sekolah," ujra Rusli Efendi ketua PMRJ dikutip dari Kompas.
Seperti yang sudah banyak diberitakan, Riau dan wilayah sekitarnya memang sedang dilanda kabut asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan.
Mereka juga meminta kepada Presiden Joko Widodo agar menjadikan kabut asap di Riau sebagai bencana nasional yang harus segera ditangani.
Baca Juga: Hutan Amazon Dilalap Api, Suku Huaorani Terancam Tak dapat Berburu Monyet dan Hewan Lain untuk Bertahan Hidup
"Oleh karena itu bapak Presiden Republik Indonesia, untuk menjadikan bencana asap ini bencana nasional, sehingga ada aksi-aksi nyata dari pemerintah pusat untuk menangani asap.
"Sebagaimana dulu kan pak Jokowi sudah janji kalau dia jadi presiden enggak ada lagi asap di Riau.
"Dan mudah-mudahan dengan aksi yang lakukan ini, bisa menjadi langkah-langkah konkret presiden untuk menangani asap di Provinsi Riau," tutur Rusli dikutip dari Kompas.
Baca Juga: Viral, Suasana Mencekam di Kalimantan, Kabut Asap Tebal, Langit Gelap Gulita, Pengendara Motor Nyaris Jatuh Menabrak Pohon Akibat Kebakaran Hutan
Tak hanya berorasi, mereka bahkan membuka penyaluran sumbangan masker bagi warga di CFD yang ingin menyumbang dan menyuarakan kepeduliannya.
Diberitakan Tribunnews Sabtu (14/9/2019), sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana (BNBP) menyebutkan jika Provinsi Riau menjadi daerah terparah yang alami kebakaran hutan dan lahan.
Berdasarkan data yang dibeberkan, sudah 49.266 hektar lahan terbakar hingga Agustus 2019 lalu.
"Lahan gambut terluas yang terbakar, itu ada di Riau. Mencapai sekita 40 ribu hektar," tutur kepala BNBP, Doni Monardo dikutip dari Tribunnews.
Selain itu, beberapa wilayah seperti Jambi, Sumetera Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan beberapa lainnya sudah terdeteksi adanya asap.
Data tersebut dibeberkan oleh tim BMKG pada Sabtu (14/9/2019) pukul 16.00 WIB.
Akibat bencana kabut asap, beberapa aktivitas masyarakat menjadi terganggu.
Tak hanya merusak lingkungan, asap juga memicu munculnya masalah kesehatan terutama pernapasan.
(Grid.ID/Corry Wenas Samosir)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/uya-kuya-syahrin.jpg)