Gandeng Penyanyi Tulus, Wardah Inspiring Teacher Tingkatkan Mutu Pendidikan Indonesia

Brand kecantikan Wardah menginisiasi program inspiratif bertajuk Inspiring Teacher yang menjadi bagian dari kampanye sosial mereka.

Gandeng Penyanyi Tulus, Wardah Inspiring Teacher Tingkatkan Mutu Pendidikan Indonesia
Warta Kota/Feryanto Hadi
Penyanyi Tulus ditemui di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Feryanto Hadi

TRIBUNNEWS.COM - Brand kecantikan Wardah menginisiasi program inspiratif bertajuk Inspiring Teacher yang menjadi bagian dari kampanye sosial mereka.

Ratusan guru mendapat pelatihan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.

Penyanyi Muhammad Tulus dipercaya menjadi brand Ambasador dalam program ini. Tulus diketahui begitu konsen dengan dunia pendidikan.

Bahkan, Tulus belum lama ini menggagas sebuah program bernama Bantu Guru Belajar Lagi.

Suci Hendrina, Public Relations Manager Wardah mengungkapkan, program ini sudah dilakukan sejak 2017. Adapun Inspiring Teacher menjadi bagian dari implementasi dari pilar pendidikan Wardah Inspiring Movement.

"Program ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada guru inspiratif hasil rekomendasi siswa maupun masyarakat umum. Apresiasi diberikan dalam bentuk pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas para guru dengan menggandeng pakar-pakar pendidikan sebagai narasumber," terang Suci saat menggelar konferensi pers di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

Baca: Solusi Terpadu Bagi Dunia Pendidikan di Era Digital

Baca: Bantu Cerdaskan Anak Indonesia, JD.ID Gelar Program Sosial “JDPeduli

Baca: Tips Kuliah di Universitas Terbuka : Perkulihan Jarak Jauh dan Berbasis Online

Baca: Kata Anggota DPR Soal Guru Ajak Siswinya Threesome

Di tahun 2019, Wardah Inspiring Teacher digelar di empat kota yakni Yogyakarta, Bandung, Surabaya dan Jakarta. Sebanyak lebih dari 900 rekomendasi guru yang masuk dan terpilih 200 guru dari empat kota tersebut.

Suci mengungkapkan, pelatihan yang diberikan berfokus kepada pengembangan desain inovasi pengajaran yang dibagi ke dalam beberapa tahapan pelatihan mulai tatap muka atau daring.

"Para guru dilatih untuk meningkatkan empati pada kebutuhan murid. Tujuannya agar mereka dapat menghasilkan produk inovasi media ajar yang dapat digunakan untuk membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan murid," imbuhnya.

Halaman
12
Editor: Willem Jonata
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved