Pencemaran Nama Baik

Jaksa Sebut Pablo Benua Ajukan Saksi Fiktif dalam Proses Hukum Kasus Ikan Asin

Pihak Pablo Benua menyebut nama Deddy dan Effendi Suwandi dalam daftar saksi. Jaksa menyebut satu di antara mereka saksi fiktif.

Jaksa Sebut Pablo Benua Ajukan Saksi Fiktif dalam Proses Hukum Kasus Ikan Asin
Tribunnews/Herudin
Pablo Benua dan Rey Utami menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). Pablo Benua bersama Rey Utami dan Galih Ginanjar didakwa melakukan pencemaran nama baik Fairuz A Rafiq di media sosial dan dijerat dengan Pasal 27 Ayat 1, Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta pasal 310 dan pasal 311 KUHP dengan ancaman hukumannya lebih dari 6 tahun penjara. Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurul Hanna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyebut terdapat saksi fiktif yang diajukan oleh pihak Pablo Benua.

JPU Donny M Sany, mengatakan sebelumnya kepolisian telah memeriksa secara detail, perihal daftar saksi dan domisili tinggal mereka ketika proses penyelidikan.

Menurut Donny, seluruh daftar saksi yang ada dalam tiap perkara harus sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Daftar tersebut tidak bisa dimanipulasi.

Baca: Bayi yang Kini Diasuh Teddy Tak Akan Mendapat Warisan Peninggalan Lina Jubaedah, Ini Penjelasannya

“Di tahap penyidikan juga dilakukan (pengecekan domisili), mana saja saksinya yang meringankan (pada terdakwa),” kata Donny saat ditemui usai sidang lanjutan Ikan Asin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/1/2020).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak eksepsi yang diajukan oleh trio ‘ikan asin’ dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/1/2020)
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak eksepsi yang diajukan oleh trio ‘ikan asin’ dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/1/2020) (Tribunnews.com/Nurul Hanna)

Kata Donny, pihak Pablo Benua menyebut nama Deddy dan Effendi Suwandi dalam daftar saksi.

Akan tetapi, Effendi Suwandi yang diajukan menjadi salah satu saksi, ternyata fiktif.

Baca: Respon Jaksa Terhadap Eksepsi Trio Ikan Asin yang Berharap Diadili di Bogor

Baca: Kelar Perawatan Organ Intim, Ini Kecemasan Barbie Kumalasari Jika Galih Ginanjar Lama Keluar Penjara

Baca: Berkat Kasus Ikan Asin, Pablo Benua dan Rey Utami Rasakan Nikmat Beribadah

“Di mana setelah dicari Effendi Suwandi oleh kepolisian ternyata itu fiktif, orang-orang tidak ada yang tahu siapa dia dan keberadaannya setelah kita lakukan BAP,” lanjut Donny.

Adapun, dalam sidang pembacaan tanggapan eksepsi, JPU menolak eksepsi yang diajukan oleh tim kuasa hukum trio ikan asin.

Halaman
12
Penulis: Nurul Hanna
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved