Virus Corona

Disebut Saat Rapat DPR Soal Penolakan WNI di Natuna, Atta Halilintar Tanya Virus Corona di Medsos

Penolakan warga Natuna pada 238 WNI yang saat ini sedang menjalani masa observasi selama 14 hari jadi sorotan.Atta Halilintar dan Didi Kempot disebut.

Disebut Saat Rapat DPR Soal Penolakan WNI di Natuna, Atta Halilintar Tanya Virus Corona di Medsos
Tribunnews/Herudin
Konten kreator Atta Halilintar ditemui saat menghadiri acara salah satu provider seluler di Jakarta, Rabu (30/10/2019). Atta Halilintar menjadi salah satu nominator Kreator Konten Digital Terfavorit di Panasonic Gobel Awards 2019 bersaing dengan Baim Wong, Raffi Ahmad, hingga Ria Ricis. Atta Halilintar dan Ria Ricis memang dikenal sebagai raja dan ratu YouTube di Tanah Air, bahkan Asia. Tribunnews/Herudin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penolakan warga Natuna pada 238 WNI yang saat ini sedang menjalani masa observasi selama 14 hari disana menjadi sorotan. Nama Atta Halilintar dan Didi Kempot disebut.

Anggota Komisi IX DPR fraksi PDI Perjuangan Muchamad Nabil Haroen menyoroti komunikasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan kepada warga Natuna terkait virus Corona.

Hal itu dikatakannya dalam rapat kerja Komisi IX DPR dengan Menteri Kesehatan Agus Putranto, Senin (3/2/2020).

"Kritik yang ingin saya sampaikan, pembenahan manajemen komunikasi publik. Tentu Pak Menteri juga harus mengakui manajemen komunikasi di pemerintah, entah itu di pemerintahan dan Kemenkes maupun yang lain memang belum cukup bagus," kata Nabil.

Nabil menilai wajar adanya reaksi dari warga Natuna yang menolak kedatangan WNI dari Wuhan China untuk diobservasi di Natuna.

Baca: Sempat Ragu, Selvi Kitty Sebut Bukan Suntik Putih yang Sebabkan Anaknya Derita Kawasaki

Baca: Ekspresi Bahagia Nikita Mirzani Jadi Tahanan Kota, Sambil Tertawa Nyanyi Bebas . . . Lepas . . .

Warga menggunakan masker saat tiba di Bandara Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (3/2/2020). Pasca Pulau Natuna dijadikan tempat observasi WNI yang dievakuasi dari Wuhan, warga sekitar melakukan aktivitas menggunakan masker. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga menggunakan masker saat tiba di Bandara Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (3/2/2020). Pasca Pulau Natuna dijadikan tempat observasi WNI yang dievakuasi dari Wuhan, warga sekitar melakukan aktivitas menggunakan masker. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Sebab, masyarakat tidak mengerti istilah-istilah ilmiah yang kerap digunakan oleh Kemenkes dan pemerintah dalam memberikan informasi.

"Masyarakat awam tidak mengerti kalau suspect itu baru diduga. Orang tahunya suspect itu ya positif. Sehingga itu yang kemudian menjadi kegelisahan masyarakat," ujar dia.

Untuk membenahi hal itut, Nabil menyarankan alah satunya Kemenkes bersama kementerian dan lembaga terkait untuk mengoptimalkan peran media sosial (medsos).

Serta menggandeng para influencer medsos seperti Youtuber Atta Halilintar hingga penyanyi yang sedang digandrungi kaum milenial, Didi Kempot.

"Jadi, manajemen komunikasi ini perlu diperbaiki," kata dia.

Halaman
123
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved