Breaking News:

Virus Corona

Politikus Gerindra Ini Sebut Wajib Tes Covid-19 Bagi Penumpang Pesawat sebagai Hal Berlebihan

Politikus Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono juga menilai tes Covid-19 tidak beralasan, bahkan sangat membebani masyarakat.

dok. DPR RI
Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono menilai wajib tes Covid-19 bagi penumpang pesawat udara dan kapal laut, sebagai hal yang berlebihan.

Ia juga menilai tes tersebut tidak beralasan bahkan sangat membebani dan menyita waktu masyarakat.

Padahal, test itu juga tidak menjamin penumpang tersebut bebas dari virus Covid-19 saat menggunakan sarana dan prasarana transportasi.

Karena sebelum menggunakan transportasi pesawat dan kapal laut, mereka harus melewati transportasi lanjutan sebelumnya dan sesudahnya juga harus melewati infrastruktur terminal.

"Berdasarkan Surat Edaran Gugus Tugas (SEGT) Nomor 7 tahun 2020, bahwa salah satu persyaratan calon penumpang transportasi umum baik laut dan udara untuk perjalanan harus uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari dan uji Rapid Test yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan," kata Bambang kepada wartawan, Kamis (11/6/2020).

Baca: Pasien Positif Covid-19 Ini Kabur ke Rumah Mertua Karena Tak Mau Diisolasi di Rumah Sakit Rujukan

Menurut Anggota DPR RI Komisi V fraksi Gerindra periode 2014-2019 ini, kebijakan SEGT Nomor 7 tahun 2020 akan bias dan tidak efektif, bila semua petugas yang ada di pelabuhan laut maupun udara tidak melaksanakan Test PCR setiap 3-7 hari dan menstandarkan bebas Covid-19 bagi terminal dengan mendapatkan sertifikasi maksimal setiap 7 hari sekali.

Maka SEGT Nomor 7 Tahun 2020 yang diberlakukan untuk penumpang menjadi tidak ada manfaat.

Karena calon penumpang moda transportasi akan berinteraksi dengan sumber daya manusia dan infrastruktur terminal tersebut.

Baca: Politikus Gerindra Minta Pembayaran Cicilan Kelebihan Listrik Direlaksasi Sampai 6 Bulan

"Pesawat dan kapal kan transportasi publik, penumpang pasti akan berinteraksi dengan fasilitas publik selama perjalanan, mulai dari tempat asalnya hingga tujuan. Apakah pemerintah bisa menjamin alat transportasi dan terminal bandara atau pelabuhan pasti steril semua dari Covid-19? Tidak mungkin,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved