Breaking News:

Virus Corona

Terapkan Protokol Kesehatan Saat Syuting Film di Era New Normal, Produser Siapkan Rapid Test dan PCR

Rumah produksi Starvision Plus rupanya sudah jauh-jauh hari menyiapkan protokol kesehatan dalam setiap lokasi syuting film atau sinetron.

iStockphoto)
Ilustrasi proses syuting 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rumah produksi Starvision Plus rupanya sudah jauh-jauh hari menyiapkan protokol kesehatan dalam setiap lokasi syuting film atau sinetron.

Bahkan dikatakan Chand Parwez selaku produser dari Starvision Plus, ia dan tim lainnya sudah mempersiapkan jauh sebelum ada kasus Covid-19 di Indonesia.

"Dari kami sendiri protap (protkol tetap) sudah disiapkan dulu sebelum pandemi, begitu kita mendengar ada Covid-19 kita coba membuat protokol," kata Chand Parwez saat dihubungi Tribunnews.com, beberapa waktu lalu.

"Tapi sekarang yaa tinggal lengkapi protokol-protokol itu sesuai dengan apa yang diatur oleh ketentuan umum yang dibuat oleh Kemenkes dan melalui SK dua menteri lain," ujarnya.

Terkait dengan izin syuting film yang sudah dikeluarkan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) beberapa hari lalu. Chand Parwez menyambuat baik hal tersebut dan meanggapnya sebagai angin segar dalam industri film Indonesia.

Chand Parwez saat ditemui di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (5/3/2020).
Chand Parwez saat ditemui di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (5/3/2020). (Tribunnews.com/Bayu Indra Permana)

Ia sudah menyiapkan rapid test untuk setiap proses produksi film yang nantinya akan dijalani.

Bahkan ia juga menyiapkan PCR test untuk hasil yang lebih baik.

"Iyaa dong, udah pasti rapid test. Kalau bisa kita langsung PCR test," ucap Chand Parwez.

"Kita pastikan kalau kita bekerja di lingkungan yang kita yakini tidak terpapar tidak akan membuat orang lain terpapar. Jadi unsur keselamatan yang terpenting buat kami," jelasnya.

Tak hanya itu, Starvision Plus juga menyiapkan kemungkinan terburuk untuk mengarantina kru atau pemainnya, bila ada yang menunjukkan hasil reaktif atau bahkan positif Covid-19.

"Iyaa, kita kan ada dua macam. Kalau ada yang bisa kita karantina kan tentunya tidak masalah," tutur Chand Parwez.

"Kalau yang tidak bisa dikarantina kita lakukan rapid test berkala," bebernya.

Penulis: bayu indra permana
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved