Sofa Kuning Episode 1: Mengenal Sejarah Bandung Lautan Api hingga Makna Doreri di Lagu Apuse
Dalam acara Sofa Kuning episode pertama, pemirsa diajak mengenal peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api hingga makna 'Doreri' di lagu Apuse.
TRIBUNNEWS.COM - Mola TV menghadirkan acara yang mengajak keluarga di Indonesia bernostalgia dengan lagu-lagu anak.
Adalah Sofa Kuning, acara yang tayang setiap hari Sabtu pukul 18.30 WIB di Mola TV.
Tak hanya mengajak pemirsa mengingat lagu anak-anak dengan aransemen yang lebih segar, Sofa Kuning juga menjadi program seru untuk mengedukasi keluarga.
Seperti pada episode pertama Sofa Kuning yang telah tayang pada Sabtu (22/8/2020) lalu.
Baca: Cara Mudah Ikut Kuis Interaktif Sofa Kuning di Mola TV, Menangkan Hadiah Ratusan Juta Rupiah
Baca: Sofa Kuning di Mola TV: Ajak Keluarga Bernostalgia Sekaligus Kenalkan Lagu-lagu Anak
Dalam acara yang dipandu keluarga Aqi Singgih dan Audrey Meirina ini, penonton diajak untuk menyanyikan lagu Halo, Halo Bandung.
Namun tak hanya Aqi dan Audrey, kedua buah hati mereka, Rhuka dan Gaia serta dua karakter kartun, Dona-Doni juga ikut berpartisipasi.
Sebelum menyanyikan lagu yang diciptakan Ismail Marzuki tersebut, Aqi Singgih mengisahkan tentang peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api.
Diketahui, lagu Halo, Halo Bandung menggambarkan semangat perjuangan rakyat Kota Bandung dalam masa pasca-kemerdekaan pada 1946.
"Jadi dulu, tahun 1946, tentara Belanda dan Sekutu mau mengambil alih Kota Bandung."
"Tapi teman-teman di Bandung tidak mau, jadi mereka memutuskan untuk membakar kota mereka dan 200 ribu penduduk Bandung pergi ke pegunungan," kata Aqi Singgih.
"Jadi para pejuang selain mengorbankan nyawa, mereka juga mengorbankan rumah untuk dibakar. Semua itu, demi mencapai kemerdekaan negara kita," tambah Audrey.
Setelah menyanyikan lagu Halo, Halo Bandung, keluarga Aqi Singgih melontarkan sejumlah pertanyaan yang harus dijawab cepat oleh penonton.
Aqi dan Audrey lantas mengajak penonton untuk menyanyikan lagu Potong Bebek Angsa.
Lagu Potong Bebek Angsa adalah lagu anak-anak yang cukup populer.
Lagu ini berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur dan diciptakan Pak Kasur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/keluarga-aqi-singgih-saat-menyanyikan-lagu-halo-halo-bandung-di-acara-sofa-kuning-mola-tv.jpg)