Imbas Pandemi, JKT48 Kurangi Karyawan dan Member, Ini Kata Cleopatra Djapri
Operasional manajemen grup idola JKT48 terdampak pandemi covid-19. Banyak di antara mereka tidak memiliki pemasukan selama delapan bulan ini.
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Arie Puji Waluyo
TRIBUNNEWS.COM - Operasional manajemen grup idola JKT48 terdampak pandemi covid-19. Banyak di antara mereka tidak memiliki pemasukan selama delapan bulan ini.
Adanya pandemi covid-19 membuat para member JKT48 tidak mencari uang lewat pementasan di teater, jadwal manggung, serta agenda-agenda dari manajemen.
Sementara, manajemen JKT 48 harus menggaji staf atau para pekerja, serta 50 member yang masih aktif membesarkan grup idola tersebut.
Sehingga, manajemen JKT48 memutuskan untuk mengurangi pekerja dari staf hingga membernya, walaupun tidak memutuskan untuk berhenti.
Baca juga: Beberkan Perjalanan Hijrahnya, Melody Eks JKT 48 Bikin Irfan Hakim Takjub, Ini Kisahnya
Langkah manajemen JKT48 tentunya direspon besar-besaran oleh para penggemarnya 'Wota', yang selama sembilan tahun meramaikan industri musik Indonesia.
Mantan member JKT48, Cleopatra Djapri (26) kaget mendengar keputusan member mantan grup idolanya, ingin mengurangi staf dan member karena terdampak pandemi covid-19.
"Jadi sebelumnya aku sedikit cerita, semalam itu banyak DM yang masuk dan tag foto gitu. Hastagnya #kamibersamaJKT48," kata Cleopatra Djapri kepada Warta Kota, ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (11/11/2020).
"Jujur aku sama sekali enggak tau maksudnya apa. Tapi ya aki kaget juga sih dengar kabar ini. Cuma kayaknya mereka lagi ada masalah. Aku enggak tau kalau mau ada pengurangan staf dan member," tambahnya.
Wanita yang akrab disapa Cleo itu mengatakan, menurutnya keuangan manajemen JKT48 goyang lantaran covid-19, yang membuat para member tidak bisa mencari uang sementara manajemen harus menggaji mereka.
"Setau aku memang kita bekerja di JKT48 staf bekerja, harus digaji. Nah membernya itu setau aku, waktu aku pengalaman pribadi aku, sistemnya duli aku di gaji perbulan. Uang kita turun perbulan," ucapnya.
Ibu dua anak tersebut menilai keputusan untuk mengurangi karyawan dan member karena kemungkinan tidak sanggup menggaji semua staf dan karyawan.
"Dengan tidak adanya teater dan pementasan, gak ada income. Otomatis pasti official atau manajemen mikir soal gaji kan. Ya mungkin selama covid mereka masih ngegaji," jelasnya.
"Cuma aku menyayangkan aja ada pengurangan staf dan member. Kalau staf okelah mungkin ya, kalau member sangat menyayangkan," tambahnya.
Lebih lanjut, Cleopatra Djapri tak mau menerka-nerka soal permasalahan JKT48. Hanya saja ia tetap mendukung semua keputusan dari mantan grup idolanya itu.
"Pasti aku akan mendukung banget. Karena kan kepalanya tetap Melody dan Kinal. Mereka sudah memikirkan matang-matang. Jadi menurut aku manajemen sudah memikirkan yang terbaik," ujar Cleopatra Djapri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/idol-group-jkt48-f102.jpg)