Jumat, 22 Mei 2026

Curhat ke DPR, Girry Pratama Resah Filmnya Sulit Dapat Jadwal Tayang di Bioskop

Girry menyoroti persoalan yang selama ini kerap menghantui rumah produksi (PH) independen, yakni ketidakpastian distribusi film. 

Tayang:
HO/IST
KELUHAN JADWAL FILM - Girry Pratama sampaikan keluhannya soal jadwal film yang sulit didapat dalam menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional bersama Komisi VII DPR RI. 

Ringkasan Berita:
  • Girry Pratama menyoroti persoalan yang selama ini kerap menghantui rumah produksi (PH) independen, yakni ketidakpastian distribusi film
  • Menurut Girry, tak sedikit film independen harus menunggu bertahun-tahun hanya untuk memperoleh slot tayang di bioskop
  • Girry berharap rapat dengar pendapat di DPR menjadi langkah awal lahirnya kebijakan lebih adil bagi seluruh pelaku industri perfilman nasional

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Produser sekaligus sutradara, Girry Pratama menyuarakan keresahannya terkait sulitnya mendapatkan jadwal tayang film di bioskop.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional bersama Komisi VII DPR RI.

Dalam forum tersebut, Girry menyoroti persoalan yang selama ini kerap menghantui rumah produksi (PH) independen, yakni ketidakpastian distribusi film

Menurutnya, masalah itu bukan hanya berdampak pada satu proyek, tetapi juga menghambat keberlangsungan rumah produksi untuk memproduksi karya baru.

Baca juga: Film Kutukan Calon Arang Tayang di Bioskop 3 Oktober 2024, Girry Pratama Gembira

"Saya sudah membuat 12 film dan sekarang masih ada dua film yang belum tayang," ungkap Girry Pratama di kawasan Senayan, Rabu (20/5/2026).

"Bagaimana PH kecil bisa membuat film baru lagi kalau film lama saja belum mendapat kepastian tayang," ungkap Girry.

Girry menilai persoalan distribusi menjadi tantangan serius bagi banyak rumah produksi kecil. 

Tak sedikit film independen, kata dia, harus menunggu bertahun-tahun hanya untuk memperoleh slot tayang di bioskop.

Kondisi tersebut, menurutnya, membuat banyak kreator baru menjadi ragu untuk melangkah karena takut karya yang dibuat berakhir tanpa kepastian.

"Namanya ide itu tidak terbatas dan tidak bisa dibatasi. Kalau ada pemain baru ingin membuat film, jangan langsung dibatasi hanya karena dianggap belum punya pasar," ungkapnya.

"Kalau film pertamanya belum sukses, itu bukan berarti mereka tidak bisa belajar dan berkembang," kata Girry.

Produser film Kain Kafan Hitam itu juga mengungkapkan ketidakjelasan sistem penilaian terkait kelayakan tayang sebuah film

Ia mempertanyakan standar yang digunakan ketika sebuah karya dianggap belum layak mendapatkan ruang di bioskop.

"Kalau film sampai tiga atau empat tahun belum tayang, kami harus tetap menanggung biaya operasional, menggaji karyawan marketing hingga tim media sosial," terangnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved