Breaking News:

Millen Cyrus Terjerat Narkoba

Keluarga Tak Kaget Saat Millen Cyrus Diamankan Polisi, Sudah Menduga Hasil Urine

Millen Cyrus akui keluarganya tak kaget sama sekali ketika dirinya diamankan karena diduga konsumsi narkotika lagi.

Tribunnews/Herudin
Selebgram Muhammad Millendaru Prakasa alias Millen Cyrus hadir saat konferensi pers di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (1/3/2021). Polisi membebaskan Millen Cyrus meskipun positif menggunakan zat psikotropika golongan IV Benzodiazepines alias Benzo dan menyerahkan ke BNN Kota Jakarta Selatan karena memiliki bukti izin dari dokter serta masih menjalani rehabilitasi ketergantungan narkoba. Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Millen Cyrus akui keluarganya tak kaget sama sekali ketika dirinya diamankan karena diduga konsumsi narkotika lagi.

Beberapa waktu lalu Millen diamankan saat terjaring razia protokol kesehatan di sebuah club malam karena kedapatan positif benzo.

Millen mengatakan keluarganya sudah tahu jika urinenya pasti positif karena ia sedang dalam masa pengobatan.

"Kalau untuk dari pihak keluarga mereka nggak kaget ya maksudnya untuk hal ini karena kan aku juga masih dalam rawat jalan proses recovery pengobatan di BNN," ujar Millen Cyrus di kawasan Tebet Jakarta Selatan, Minggu (7/3/2021).

Baca juga: Millen Cyrus Terajaring Razia, Mengaku Menyesal hingga Kapok Main Keluar

Baca juga: Dibully Karena Sempat Dikira Pakai Narkoba Lagi, Millen Cyrus Akui Dirinya Sangat Sedih

"Masih ada obat-obat yang memang harus aku minum nah itu ada obat tidur, ada obat anti depresi," bebernya.

Millen mengatakan sewaktu ia ditahan karena kasus narkoba pada November 2020 lalu itu, dirinya mendapat berbagai macam obat dari dokter setempat.

Millen Cyrus di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (4/3/2021).
Millen Cyrus di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (4/3/2021). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Dan obat itu masih ia konsumsi karena untuk memulihkan mentalnya yang sedang depresi karena kasusnya saat itu.

"Karena kan sebelumnya aku di dalam (tahanan) pun kita akan tes psikologi ya untuk kejiwaan," ujar Millen.

"Jadi setelah itu emang di dalam itu dikasihnya obat-obat yang memang diresepkan oleh dokter bukan aku beli atau gimana," terangnya.

Halaman
12
Penulis: bayu indra permana
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved