Breaking News:

Pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Jadi Gunjingan, Epidemiolog: Covid-19 Belum Kelar

Meski telah mengikuti protokol Kesehatan, pernikahan Atta dan Aurel cukup ramai dihadiri oleh orang.

Tangkapan Layar YouTube Kompas TV
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah mengundang perhatian dan dibicarakan banyak orang.

Apalagi Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto hadir sebagai saksi pernikahan tersebut.

Tak hanya itu, pernikahan Atta dan Aurel disiarkan secara langsung di satu stasiun televisi.

Baca juga: Pagi Setelah Malam Pertama, Atta Halilintar Sumringah, Aurel Keringkan Rambut Sehabis Keramas

Sebagian orang menyayangkan meski acara akad dan syukuran pernikahan Aurel dan Atta Halilintar digelar dengan protokol kesehatan yang ketat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara Iriana hadir pada acara akad nikah Titania Aurelie Nur Hermansyah (Aurel) dengan Muhammad Attamimi Halilintar (Atta). / Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara Iriana hadir pada acara akad nikah Titania Aurelie Nur Hermansyah (Aurel) dengan Muhammad Attamimi Halilintar (Atta). / Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden (Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Sebab, menurut data yang dipublikasikan, tingkat kematian akibat Covid-19 masih cukup tinggi. 

Situasi tersebut dianggap cukup mengkhawatirkan karena kendali rate positif Covid-19 masih di bawah 5 persen.

Hal ini diungkapkan oleh epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman. 

"Berselang sehari setelah itu (pernikahan), angka kematian mencapai 427 orang per hari. Menurut saya yang dibutuhkan saat ini adalah konsisten, komitmen, keteladanan dan solidaritas," katanya saat diwawancara, Selasa (6/4/2021).

Menurut Dicky, angka kematian itu cukup mengkhawatirkan dan merupakan situasi yang cukup serius.

Meski telah mengikuti protokol Kesehatan, pernikahan Atta dan Aurel cukup ramai dihadiri oleh orang. Dan ini menjadi contoh yang tidak baik karena terkesan pilih kasih. 

"Ditambah lagi kalau bicara memang ada pelonggaran, bukan pernikahan yang didahulukan, tapi sekolah yang harus dibuka terlebih dahulu. Selain itu Covid-19 belum selesai kok. Bukan masih serius tapi cenderung makin serius," katanya lagi. 

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved