Miss Universe 2020

Andrea Meza Bicarakan Kemenangannya di Miss Universe 2020 dan Siapa yang Menjadi Sosok Inspirasinya

Andrea Meza pertama kali bermimpi memenangkan kontes Miss Universe 10 tahun lalu, ketika melihat Miss Mexico Ximena Navarrete membawa pulang mahkota

Instagram @andreamezamx
Miss Universe 2020 Andrea Meza dari Meksiko. Andrea Meza bicara soal kemenangannya di kontes Miss Universe 2020 dan siapa sosok yang menjadi inspirasinya 

TRIBUNNEWS.COM - Andrea Meza pertama kali bermimpi memenangkan kontes Miss Universe 10 tahun lalu, ketika ia melihat Miss Mexico Ximena Navarrete membawa pulang mahkota.

Mimpi itu menjadi kenyataan pada Minggu (16/5/2021) malam.

Meza bergabung dengan Navarrete sebagai salah satu dari tiga wanita Meksiko yang pernah memenangkan kontes internasional.

Kepada Insider, Meza melihat Navarette di kontes Miss Universe satu dekade lalu adalah sumber inspirasi yang sangat besar baginya.

"Saat itulah saya menyadari bahwa wanita Meksiko mampu mencapai tempat-tempat tinggi ini di seluruh dunia," katanya.

"Karena dulu saya pikir kami tidak mampu melakukan itu."

Baca juga: Andrea Meza dari Meksiko Memenangkan Miss Universe 2020

Baca juga: Myanmar Memenangkan Best National Costume di Miss Universe 2020 meski Kenakan Kostum Pengganti

Andrea Meza. Mahkota Miss Universe ke-69 jatuh kepada Andrea Meza dari Meksiko setelah melewati beberapa babak.
Andrea Meza memenangkan Miss Universe ke-69. (Instagram Miss Universe)

Saat tumbuh dewasa, Meza mengatakan dia tidak melihat atau mengenal banyak pemimpin di seluruh dunia yang merupakan orang Meksiko.

"Ximena memenangkan mahkota membuat saya menyadari bahwa kami sebenarnya memiliki peluang besar," lanjutnya.

"Saya akan selalu mengagumi para wanita yang berada di atas panggung, tidak takut untuk menunjukkan diri mereka apa adanya dan sangat bangga karenanya. Saya pikir itulah yang paling menginspirasi saya."

Ximena Navarrete memenangkan Miss Universe 2010
Ximena Navarrete memenangkan Miss Universe 2010 (Instagram @ximenanr)

Tapi butuh waktu bertahun-tahun sebelum perjalanan kontes Meza dimulai.

Meza mengatakan dirinya diintimidasi di sekolah menengah karena penampilannya dan diganggu oleh rasa tidak aman.

"Bukan hanya apa yang orang katakan tentang saya, tapi apa yang saya katakan pada diri saya sendiri," kenang Meza.

"Saya berkata pada diri saya sendiri, 'kamu tidak secantik gadis-gadis lain, kamu tidak berharga.' Dan percakapan yang saya lakukan dengan diri sendiri hanya membuat saya sedih."

Namun, semuanya berubah ketika seorang teman diam-diam mendaftarkan Meza untuk mengikuti kontes di universitasnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved