Breaking News:

Kabar Artis

Tanggapan Psikolog soal Pemeran Zahra dalam Sinetron Suara Hati Istri yang Masih di Bawah Umur

Psikolog Keluarga, Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi turut menanggapi polemik sinetron 'Suara Hati Istri' karena pemeran Zahra masih di bawah umur

Instagram @ciarachelfx
Lea Ciarachel, sosok pemeran Zahra dalam sinetron Suara Hati Istri yang tayang di Indosiar. Lea baru berusia 14 tahun.| Psikolog Keluarga, Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi turut menanggapi polemik sinetron 'Suara Hati Istri' karena pemeran Zahra masih di bawah umur 

Dimana anak berusia 15 tahun diberikan peran sebagai istri ketiga dan dipoligami.

Baca juga: KPI: Indosiar akan Ganti Pemeran Zahra di Sinetron Suara Hati Istri

Dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (3/6/2021), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan materi atau konten sebuah acara seharusnya dapat memberi informasi, mendidik, dan bermanfaat bagi masyarakat, terlebih bagi anak.

“Konten apapun yang ditayangkan oleh media penyiaran jangan hanya dilihat dari sisi hiburan semata, tapi juga harus memberi informasi, mendidik, dan bermanfaat bagi masyarakat, terlebih bagi anak."

"Setiap tayangan harus ramah anak dan melindungi anak,” tegas Bintang, Kamis (3/6/2021).

Hal tersebut sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3&SPS), yang seharusnya mendukung pemerintah dalam upaya pemenuhan hak anak dan demi kepentingan terbaik anak.

Pemerintah saat ini tengah berjuang keras mencegah pernikahan usia anak, sehingga setiap media dalam menghasilkan produk apapun yang melibatkan anak, seharusnya tetap berprinsip pada pedoman perlindungan anak mendasari semua upaya perlindungan anak.

“Sangat disayangkan sinetron tersebut tidak memerhatikan prinsip-prinsip pemenuhan hak anak dan perlindungan anak.

Baca juga: Siapa Lea Ciarachel? Pemeran Zahra di Sinetron Suara Hati Istri Indosiar, Baru Berusia 14 Tahun

Setiap tayangan harus tetap menghormati dan menjunjung tinggi hak anak-anak dan remaja, dan wajib mempertimbangkan keamanan dan masa depan anak-anak dan/atau remaja,” kata Bintang.

Menteri Bintang menegaskan bahwa setiap tayangan yang disiarkan oleh media elektronik seperti televisi, seyogyanya mendukung program pemerintah dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan perkawinan anak.

Juga Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), pencegahan kekerasan seksual, dan edukasi pola pengasuhan orangtua yang benar.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved