Sabtu, 16 Mei 2026

Cerita The Rain Rintis Karier Bermusik, Bak Ngelamar Kerja, Kemana-mana Bawa Amplop

Ini kisah awal karier The Rain yang digawangi oleh Indra Prasta (vokal, gitar), Aang Anggoro (drum), Ipul Bahri (bass) dan Iwan Tanda (gitar, vokal).

Tayang:
TRIBUNNEWS.COM/ALIVIO
The Rain saat berkunjung ke kantor Redaksi Tribunnews.com 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mohammad Alivio

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - The Rain, band asal Yogyakarta baru-baru ini hadir sebagai bintang tamu dalam podcast Tribun Corner.

Grup musik yang digawangi oleh Indra Prasta (vokal, gitar), Aang Anggoro (drum), Ipul Bahri (bass) dan Iwan Tanda (gitar, vokal) menceritakan bagaiamana awal The Rain merintis karier di industri musik Tanah Air.

Baca juga: Mita The Virgin Cipatakan Lagu untuknya Angie Rey Langsung Klop, Luncurkan Single Jangan Banyak Iri

Indra mengatakan, kala itu mereka dipertemukan di studio musik di Yogyakarta.

"Kita sama-sama kuliah di Jogja tapi beda-beda kampus, ketemunya di studio musik, awalnya main di kampus-kampus, terus bikin demo ngasih ke radio-radio lokal, dan waktu itu belum ada internet seperti jaman sekarang, internet sudah ada tapi masih lama sekali koneksinya," kata Indra Prasta, dikutip Senin (6/6/2022).

The Rain saat berbincang dalam Podcast Kinari di kantor redaksi Wartakotalive.com.
The Rain saat berbincang dalam Podcast Kinari di kantor redaksi Wartakotalive.com. (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Setelah mereka kerap dipertemukan dan membentuk grup musik, The Rain mulai merilis single pertamanya.

Tak semudah sekarang, band yang berdiri pada 2001 ini hanya melalukan promo di radio-radio lokal.

Menurut Indra, pada saat itu promo single tak semudah sekarang karena adanya internet. Maka itu, untuk lebih dikenal publik, The Rain mencoba peruntungan ke Jakarta untuk promo single keduanya.

"Itu masih kuliah, dan akhirnya kita coba menembus industri rekaman ya dengan cara ke Jakarta," ujar Indra.

Baca juga: Novia Bachmid Bakal Sapa Penggemar di Pusat Belanja Lewat Program Musik eXpresi

Dibalik prosesnya, Indra tak memungkiri bahwa menjadi band ternama sangatlah tidak mudah.

Apalagi, saat mereka ke Jakarta mengalami beberapa penolakan dari label. Seperti layaknya orang melamar kerja pada umumnya kala itu, kata Indra.

"Bawa demo kita, ngetuk pintu label, bener-bener kayak orang ngelamar kerja bawa amplop cokelat, isinya demo kita, ditolak trus kita follow up, sampe akhirnya rekaman terus ternyata teknologinya berkembang terus, alhdulilah masih bisa bertahan hingga hari ini," ungkap Indra.

Baca juga: Keluar dari Yovie & Nuno, Dikta Tetap Akan Bermusik

Hingga akhirnya, perjuangan mereka menuai hasil. Lebih lanjut, Indra dan rekannya saat itu sangat senang ketika lagu-lagunya mulai diputar di radio-radio nasional.

Bahkan, setelah itu mereka mulai merasakan konser yang ditonton banyak orang.

"Waktu itu promonya bener-bener dari radio, waktu radio muter lagu kita rasanya kayak pengin ngangkat radio keliling-keliling, bangga banget," ucap Indra.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved