Minggu, 31 Agustus 2025

Awali Debut Jadi Komika, Kini Irfan Ghafur Dikenal sebagai Content Creator Sukses

Saat ini dunia telah memasuki era disrupsi digital, karena pengguna aktif platform media sosial yang terus mengalami peningkatan

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Wahyu Aji
Istimewa
Komika sekaligus Content Creator Irfan Abdul Ghafur. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat ini dunia telah memasuki era disrupsi digital, karena pengguna aktif platform media sosial yang terus mengalami peningkatan secara signifikan.

Fenomena ini pun turut terjadi di Indonesia, generasi muda seperti gen Z dan milenial mendominasi jumlah pengguna aktif media sosial.

Mengacu pada segmentasi ini, kini banyak konten-konten menghibur yang ditampilkan di media sosial, karena sesuai dengan situasi, budaya maupun kebiasaan saat ini.

Sehingga menarik perhatian banyak audiens dari dua generasi itu.

Pemanfaatan media sosial inilah yang kini dioptmalkan oleh Irfan Abdul Ghafur.

Sebagai salah satu content creator asal Samarinda yang kini sukses meniti karir melalui jalur 'membuat konten', pria yang kerap dikenal sebagai Irfan Ghafur ini memulai karirnya sebagai seorang Komika pada 2015.

Namanya kali pertama dikenal di ranah Stand Up Comedy saat dirinya menjadi founder di komunitas Stand Up Indo Bulungan.

Ia juga menjadi anggota komunitas Stand Up Indo Samarinda dan berhasil menjuarai beberapa kompetisi Stand Up Comedy lokal.

Pria kelahiran 20 November 1999 tersebut mencoba membuat video di platform YouTube sejak pertengahan 2016.

Namun saat itu, Irfan Ghafur mulai jarang mendapatkan tempat untuk Stand Up Comedy.

Dirinya tidak kehabisan ide, ia mencoba memutar otak untuk tetap bisa berkomedi dan menghibur banyak orang.

Hingga akhirnya ia menemukan suatu media yang cocok untuk menyampaikan hasratnya dalam menghibur itu, yakni YouTube.

Anak dari pasangan Budi Nirwana dan Puji Astuti ini mengatakan bahwa dalam meraih kesuksesan seperti saat ini, bukan merupakan perkara mudah karena dirinya turut mengalami jatuh bangun.

Mulai dari sempat diremehkan oleh teman sekolah dan teman dekat terkait video-video konten lucu yang ia unggah hingga berurusan dengan aparat karena membuat konten prank.

Ia kemudian menjelaskan bahwa pada 3 tahun pertama membuat video, dirinya sama sekali tidak mendapatkan penghasilan dari kontennya itu.

Baca juga: Bangkitkan Ekonomi, Pelaku UMKM dan Konten Kreator Ikuti Pelatihan Pemasaran Bareng Sandiaga

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan