Fairuz A Rafiq Cerita Ibunya yang Mengalami Demensia
Fairuz A Rafiq menuturkan ibunya mengidap demensia sejak setahun lalu. Saat ini ibunya dirawat di kediaman sang kakak.
Tayang:
Editor:
Willem Jonata
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Fairuz A Rafiq ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/9/2022).
Melansir NIH, berikut beberapa di antaranya:
- Mudah lupa dan bingung
- Kesulitan bicara, memahami omongan orang lain, tidak mampu mengungkapkan pikiran, membaca, atau menulis
- Tersesat atau lupa arah di tempat yang biasanya dikenali
- Tidak mampu menghitung, sampai kesulitan menggunakan uang
- Sering mengulang-ulang pertanyaan yang sama
- Bicara dengan kata-kata yang tidak lazim untuk menunjukkan suatu objek yang sudah dikenal
- Butuh waktu lama untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari
- Gangguan memori serius sampai tidak menyadari waktu dan tempat
- Tidak bisa mengenali keluarga dan teman
- Tidak bisa merawat diri sendiri
- Tidak peduli pada perasaan orang lain
- Susah berjalan karena gangguan keseimbangan dan masalah dengan gerakan tubuh
- Perilaku jadi lebih agresif, jadi bertindak impulsif
Penyebab demensia berasal dari perubahan kondisi otak.
Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi perubahan otak, di antaranya:
- Faktor usia, biasanya dialami kalangan lansia di atas 65 tahun
- Mutasi genetik Kurang gerak Kebiasaan merokok
- Imbas konsumsi alkohol dan narkoba
- Berat badan berlebih
- Masalah kesehatan mental seperti depresi dan isolasi sosial
- Rendahnya aktivitas kognitif
- Polusi udara
- Faktor keturunan
Kendati ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan peluang seseorang terkena demensia, tapi ada juga beberapa penderita mengalami masalah kesehatan ini tanpa penyebab pasti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/fairuz-a.jpg)