Minggu, 31 Agustus 2025

Kabar Artis

Sahabat Ungkap Kondisi Terkini Bruce Willis, Sebut Semangat Sembuh Sudah Padam

Sahabat ungkap kondisi terkini Bruce Willis, sebut semangatnya untuk sembuh sudah mulai padam.

Instagram @dobledebruce
Pemilik nama lengkap Walter Bruce Willis ini mulai berkarya di industri hiburan sejak tahun 1978. - Sahabat ungkap kondisi Bruce Willis, sebut semangat sembuh sudah mulai padam. 

"Bruce sangat ingin kita menikmati apa yang ada. Dia sangat menginginkan itu untuk saya dan keluarga kami,” imbunya.

Bruce Willis dan Emma Heming Willis. Bintang Hollywood Bruce Willis akan pensiun dari dunai akting, setelah didiagnosis mengidap Aphasia.
Bruce Willis dan Emma Heming Willis. Bintang Hollywood Bruce Willis akan pensiun dari dunai akting, setelah didiagnosis mengidap Aphasia. (Instagram @emmahemingwillis)

Awal Mula Bruce Willis Didiagnosis Menderita Demensia

Pada Maret 2022, keluarganya pertama kali secara terbuka mengungkapkan bahwa dia meninggalkan dunia akting setelah didiagnosis menderita afasia.

Namun pada bulan Februari, kondisi Bruce mulai memburuk.

Kemudian Bruce didiagnosis menderita demensia frontotemporal.

Dalam pernyataan bersama dengan Asosiasi Degenerasi Frontotemporal, Emma menggambarkannya sebagai 'bentuk demensia yang paling umum'.

Baca juga: Profil Bruce Willis, Aktor yang Didiagnosis Idap Demensia Frontotemporal

“Dan karena diagnosis dapat memakan waktu bertahun-tahun, kemungkinan besar FTD jauh lebih umum daripada yang kita ketahui,” katanya.

Ia juga mengatakan sementara ini belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit ini.

"Saat ini belum ada pengobatan untuk penyakit ini, sebuah kenyataan yang kami harap dapat berubah di tahun-tahun mendatang. Seiring dengan semakin membaiknya kondisi Bruce, kami berharap perhatian media dapat terfokus untuk menyoroti penyakit ini yang memerlukan lebih banyak kesadaran dan penelitian," jelasnya.

Sebagai informasi, demensia frontotemporal adalah istilah menyeluruh untuk sekelompok kelainan otak yang, sesuai dengan namanya, mengancam lobus frontal dan temporal otak.

Ini berartian bagian dari lobius ini mengalami atrofi.

Menyusutnya area ini dapat menyebabkan masalah bicara, masalah emosional, dan perubahan kepribadian.

Gejala lain bisa berupa hilangnya keterampilan motorik termasuk masalah berjalan, menelan, atau kejang otot.

(Tribunnews.com/Yurika/Farrah Putri)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan