Chicco Kurniawan Menangis Saat Reading Skenario Film 1 Kakak 7 Ponakan
Chicco menjelaskan bahwa pada awalnya ia belum sepenuhnya memahami alasan di balik emosinya tersebut.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor Chicco Kurniawan mengaku tak bisa menahan air mata saat pertama kali membaca skenario film "1 Kakak 7 Ponakan".
Tanpa analisis mendalam, ia langsung larut dalam emosi karakter Moko, sosok paman muda yang harus mengorbankan impiannya demi merawat keponakan-keponakannya.
"Pada saat reading tuh, pembacaan pertama tanpa ada analisis apapun, nangis. Di 20 page terakhir tuh gak bisa (nahan tangis)," kata Chicco saat jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2025).
Chicco menjelaskan bahwa pada awalnya ia belum sepenuhnya memahami alasan di balik emosinya tersebut.
Namun, seiring proses syuting berjalan, ia mulai menemukan kedekatan emosional dengan karakter Moko.
Baca juga: Chicco Kurniawan Belajar soal Uang Digital Demi Perankan Oscar di Film 13 Bom di Jakarta
"Setelah dikunyah, setelah dikunyah, ketemunya mungkin baru di tengah-tengah syuting," ujarnya.
Film "1 Kakak 7 Ponakan" merupakan adaptasi dari karya mendiang Arswendo Atmowiloto, yang sebelumnya dikenal sebagai serial televisi populer di era 1990-an.
Film ini menggali tema generasi sandwich, yakni mereka yang harus menanggung beban merawat generasi di atas dan di bawahnya secara bersamaan.
Bagi Chicco, karakter Moko bukan hanya tentang perjuangan, tetapi juga tentang pilihan hidup.
Ia merasa terinspirasi dengan bagaimana Moko menghadapi tanggung jawabnya dengan kasih sayang, bukan kepahitan.
"Aku tuh selalu pengen jadi orang yang pilihan hidupnya seperti Moko. Selalu bisa pilih kasih di dalam sebuah keluarga," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/film12233.jpg)