Selasa, 14 April 2026

Happy Salma : Perajin Jadi Penjaga Warisan Budaya di Era Modern

Para perajin ini bukan sekadar pencari nafkah, tetapi juga pahlawan budaya yang meneruskan warisan leluhur.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
Tribunnews.com/ Alivio
Happy Salma ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2024). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktris dan pegiat budaya, Happy Salma mengapresiasi upaya kolaboratif dalam menjaga eksistensi Usaha Mikro Kecil Menengah  berbasis budaya

Menurutnya, kualitas dan identitas budaya yang melekat pada produk UMKM harus terus diperjuangkan.

Co-Founder Tulola ini mencontohkan motif-motif kain dari Sumba, Sumatera, Kalimantan, hingga Jawa bukan sekadar estetika, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan sejarah panjang.

"Para perajin ini bukan sekadar pencari nafkah, tetapi juga pahlawan budaya yang meneruskan warisan leluhur," ungkap Happy Salma saat talkshow Bukti Bakti BCA Rajut Kolaborasi UMKM & Pengrajin Lokal di ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (22/2/2025). 

Baca juga: Bamsoet Dorong Komunitas Motor Besar Kembangkan Budaya Tertib Berkendara di Jalan

Ia menambahkan bahwa edukasi mengenai nilai budaya dalam produk UMKM sangat penting.

"Masyarakat Indonesia cenderung menganggap kekayaan budaya sebagai sesuatu yang biasa, padahal ini adalah identitas bangsa yang harus dijaga. Jika kita tidak menghargainya, siapa lagi?" tegasnya.

Meskipun sejumlah produk UMKM binaan pun mulai mendapat perhatian di pasar global tapi menurut Happy Salma, keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari keberadaan mereka di pasar internasional tetapi bagaimana produk-produk tersebut memiliki tempat di dalam negeri.

"Yang paling penting adalah memperkuat pasar lokal terlebih dahulu. Jika kita sendiri tidak mengapresiasi karya anak bangsa, bagaimana kita bisa berharap produk kita dihargai di luar negeri?" ujarnya.

Ia menilai  upaya kolaboratif antara pelaku UMKM, pemerintah, dan sektor swasta, harapan besar muncul untuk menjadikan produk budaya Indonesia semakin dikenal dan dihargai.

"Bukan hanya sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai simbol identitas dan kebanggaan nasional," katanya.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam melestarikan budaya Indonesia melalui produk-produk bernilai seni tinggi.

Susanti Nurmalawati, SVP Corporate Communications BCA mengatakan, UMKM masih menghadapi tantangan terutama dalam branding dan menjangkau pasar yang tepat.

UMKM kita sebenarnya luar biasa. Contohnya di Yogyakarta dan Bali, mereka mampu menciptakan produk inovatif yang bisa dijual di luar negeri dan memiliki nilai jual tinggi. 

"Namun, banyak dari mereka belum bisa membangun branding yang kuat dan kesulitan menemukan pasar yang tepat," ujar Santi. (Eko Sutriyanto)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved