Kamis, 16 April 2026

Harry Dagoe Hadirkan Horor Psikologis Indonesia Lewat Film 'Terikat Jalan Setan'

Terikat Jalan Setan mengambil eksplorasi mendalam tentang dunia mistis yang masih hidup berdampingan dengan kemajuan zaman.

Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah
FILM HOROR - Jumpa pers film Terikat Jalan Setan karya Harry Dagoe Suharyadi akan tayang di bioskop Tanah Air, mengambil eksplorasi mendalam tentang dunia mistis yang masih hidup berdampingan dengan kemajuan zaman, berdasarkan pengalaman pribadi sang sutradara sejak 1979. (Tribunnews.com/Fauzi Alamsyah). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Film "Terikat Jalan Setan" (A Tropical Occult Anthology) karya Harry Dagoe Suharyadi akan tayang di bioskop Tanah Air.

Terikat Jalan Setan mengambil eksplorasi mendalam tentang dunia mistis yang masih hidup berdampingan dengan kemajuan zaman, berdasarkan pengalaman pribadi sang sutradara sejak 1979.

"Sejak kecil saya hidup di antara dua dunia: modern dan gaib. Film ini lahir dari kegelisahan saya melihat masyarakat tak berdaya menghadapi tekanan hidup dan akhirnya memilih jalan mistis," kata Harry Dagoe, dalam keterangannya, Sabtu (19/4/2025).

Baca juga: Poppy Sovia Merasa Terhubung dengan Karakternya Ketika Bintangi Film Horor Terbarunya

Harry melanjutkan bahwa film ini tidak mengikuti gaya horor Barat dan lebih menekankan pada atmosfer psikologis khas Indonesia.

Sebab Terikat Jalan Setan mengisahkan tiga cerita horor yang terhubung dalam satu narasi utama, menggambarkan praktik okultisme lokal, terutama dari budaya Jawa.

“Memindahkan okultisme lokal dengan gaya Barat seperti pemerkosaan budaya bagi saya,” ujarnya.

Film ini juga menyuguhkan visual mistis yang kuat, termasuk adegan kemunculan sosok gaib dari jantung pisang di malam purnama.

“Apa yang terjadi ketika batas antara modernitas dan mistisisme runtuh? Film ini adalah jawaban sekaligus pertanyaan yang saya ajukan kepada kita semua,” tutur Harry Dagoe.

Yama Carlos yang berperan dalam ini menyebut cara penyutradaraan Harry Dagoe sangat unik dan mendalam.

“Selama 25 tahun saya menjadi aktor, baru kali ini mengalami pendekatan pengadeganan seperti ini. Kami benar-benar larut dalam peristiwa fiktif yang terasa nyata,” ungkap Yama.

Selain itu Erna Santoso menceritakan proses syuting yang membuat pengalaman tersebut sulit dilupakan.

“Saya sempat vertigo dan lupa dialog, tapi adegan itu justru terekam sempurna,” tuturnya.

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved