Ahmad Dhani Posting Video Lagi soal Maia Estianty, Netizen Senggol Gerindra Minta Pecat Sang Musisi
Video Ahmad Dhani soal kisruh masa lalu rumahtangganya dengan Maia Estianty pancing reaksi warganet. Partai Gerindra disenggol minta Dhani dipecat.
Setelah video tersebut viral, pihak Ahmad Dhani justru tuai kritikan karena setelah tampil hangat di pernikahan Al Ghazali justru kembali memanas dengan video yang diunggah.
"Boleh cari uang pak, tapi jangan menggiring opini...strategi marketing ini... nauzubillah."
Pernah Langgar Kode Etik di DPR, Ahmad Dhani Diawasi MKD
Lantas, bagaimana nasib Ahmad Dhani di Parlemen?
Ahmad Dhani Prasetyo sebelumnya pernah diperiksa Kehormatan Dewan (MKD) Mei silam. Saat ini boleh disebut jika ayah Al Ghazali ini dalam pengawasan.
Ketua Mahkamah DPR Nazaruddin Dek Gam mengungkapkan jika DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Dhani, berpotensi dipecat jika kembali melakukan pelanggaran etik.
Dhani sebelumnya diputuskan melanggar etik sebagai anggota dewan atas dua kasus berbeda, meliputi penghinaan marga Pono dan pernyataan seksisnya mengenai naturalisasi pemain sepak bola dalam rapat bersama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, beberapa waktu lalu.
"Kita lihat kesalahannya apa. Kalau kesalahannya fatal ya, bisa saja. Bisa, bisa, bisa kita pecat, kok," kata Nazaruddin saat dihubungi, Rabu (7/5/2025).
Ia menuturkan, MKD tidak akan pandang bulu, termasuk terhadap Ahmad Dhani meskipun ia seorang musisi terkenal.
Bahkan, sepanjang sejarahnya, MKD mengeklaim pernah memecat anggota dewan.
"Di MKD itu semua sama di mata MKD. Siapapun ya DPR gitu, profesi apa pun nggak kita lihat. Terbukti hari ini kita panggil semua orang," ucap Nazaruddin.
Adapun dalam pelanggaran etik pertama, MKD memutuskan memberikan sanksi ringan kepada Dhani.
Sanksi tersebut berupa teguran lisan dan permintaan maaf kepada pelapor.
"Iya, SP1 sama dihukum ringan. Kalau ngulang lagi ya dihukum lebih berat lagi. Jangankan orang yang sama, pada orang lain kita hukum lebih berat lagi," tandasnya.
Sebelum memeriksa Ahmad Dhani, MKD lebih dulu meminta keterangan dari dua pelapor, yakni Joko Priyoski dan Rayen Pono, pada Selasa (6/5/2025).
Joko melaporkan Dhani terkait pernyataan seksis yang akhirnya mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk Komnas Perempuan.
Pernyataan seksis yang dilontarkan Dhani dalam rapat bersama PSSI adalah usulannya mengenai kriteria fisik pemain yang akan dinaturalisasi.
Menurut Dhani, pemain yang akan dinaturalisasi sebaiknya memiliki ciri-ciri fisik yang lebih mirip dengan orang Indonesia.
"Tapi, usul saya kurangilah pemain yang bule, dalam tanda kutip yang rasnya rambut pirang, mata biru, karena kalau menurut saya untuk Indonesia kurang enak dilihat. Kalau bisa dicari yang mungkin rasnya mirip-mirip dengan kita. Entah itu dari Korea, Afrika, yang mirip-mirip dengan kita," kata Ahmad Dhani dalam rapat yang digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu (5/3/2025).
Selain itu, Ahmad Dhani juga melontarkan usulan agar PSSI bisa menaturalisasi eks-bintang sepak bola yang sudah berusia lebih dari 40 tahun, bahkan dengan status duda, dan kemudian "menjodohkan" mereka dengan perempuan Indonesia.
"Lalu, naturalisasi tidak harus pemain. Bisa juga, misalnya pemain bola hebat di atas usia 40, kita naturalisasi lalu kita jodohkan dengan perempuan Indonesia," ucapnya.
"Nah, anaknya itu yang harapkan jadi pemain sepak bola yang bagus juga. Ini pemikirannya memang agak out of the box, Pak Erick. Tapi bisa dianggarkan 2026 programnya,” imbuhnya.
Namun, dalam sidang MKD, Dhani bersikukuh mengaku tidak bersalah.
(Tribunnews.com/Anita K Wardhani/Siti N)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Buntut-konten-Ahmad-Dhani-soal-fitnah-alasan-orang-tua-Maia-tak-setujui-hubungan.jpg)