Band Hindia Ditolak Tampil di Tasikmalaya, Dicky Candra Berharap Diselesaikan dengan Kepala Dingin
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra ikut berkomentar mengenai penolakan grup band Hindia dalam Festival Ruang Bermusik 2025 di kota ini.
Penulis:
Fauzi Nur Alamsyah
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah
TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA - Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra ikut berkomentar mengenai penolakan grup band Hindia dalam Festival Ruang Bermusik 2025 yang rencananya bakal digelar di Lapangan Udara Wiriadinata, Kota Tasikmalaya pada 19-20 Juli mendatang.
Sebagai Wakil Wali Kota, Dicky Candra tidak mau berbicara lebih jauh mengenai penolakan Hindia tampil di Tasikmalaya.
Baca juga: Perjalanan Tak Terduga Dicky Chandra, Sempat Berdoa Tak Mau jadi Kepala Daerah Malah Terpilih
Namun aturan dari masyarakat Tasikmalaya memang sudah menjadi kepatuhan yang sebaiknya dilakukan.
"Saya tidak mau berbicara kepentingan pribadi, tapi segala sesuatu hari ini saya bicara sesuai aturan yang ada," kata Dicky Candra saat ditemui awak media di Saung Toncom, Tasikmalaya belum lama ini.
Lebih lanjut, Dicky berupaya agar masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan baik pihak penyelenggara maupun organisasi masyarakat (ormas islam) setempat.
Baca juga: Rizky Febian Nangis Akad Nikah Tanpa Kehadiran Almarhum Lina Zubaedah, Dicky Chandra: Sangat Berat
"Saya yakin juga teman-teman dari EO itu tidak ada maksud buruk sama sekali, temen-temen EO mungkin berpikirnya toh sebelumnya sudah pernah Hindia tampil di sini dan tidak ada masalah," tutur Dicky Candra.
"Ini jadi pelik, disatu sisi kita harus melindungi image kota Tasik, disisi lain juga harus mengikuti kesepakatan atau aturan yang sudah dibuat," sambungnya.
Dengan demikian mediasi yang dilakukan bisa membuahkan hasil maksimal dan mencapai kesepakatan adil tanpa harus melanggar norma aturan yang ada di Tasikmalaya.
"Mudah-mudahan itu yang terbaik, dan dijadikan pelajaran setiap kejadian supaya kedepan bisa lebih menjaga image kota Tasik, bisa tetap berkreasi, tapi tanpa harus melanggar norma atau aturan-aturan sebenarnya di kota Tasik," lanjutnya.
"Mohon diselesaikan dengan kepala dingin, bahwasanya tidak ada niat buruk dari dua belah pihak, tinggal menemukan solusi yang terbaik," tandasnya.
Seperti diketahui, Festival Ruang Bermusik 2025 mendadak viral karena adanya protes keras dari ormas Islam setempat soal penampilan proyek musik milik Baskara Putra yakni Hindia, .Feast, hingga Lomba Sihir.
Mereka mempersoalkan kehadiran grup musik tersebut dan menuding memiliki keterkaitan dengan simbol ajaran satanisme.
Meskipun tiket telah terjual habis, izin penyelenggaraan konser dari Polda Jawa Barat hingga kini juga belum diterima oleh pihak penyelenggara.
Sebelumnya, pihak Polres Tasikmalaya Kota juga sudah menggelar sebanyak empat kali forum dengar pendapat demi mencari kesepakatan antara kedua pihak.
Forum tersebut melibatkan unsur Forkopimda, MUI, PCNU, Muhammadiyah, tokoh agama, organisasi Islam, perwakilan Al-Mumtaz, serta pihak penyelenggara konser.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.