Kamis, 14 Mei 2026

Royalti Musik

Penilaian Denny Sumargo soal Suara Burung dan Alam Dikenakan Royalti: Ini Komedi

Aktor Denny Sumargo angkat bicara mengenai kisruh royalti di industri musik Indonesia.

Tayang: | Diperbarui:
Wartakota/Arie Puji Waluyo
ROYALTI MUSIK - Denny Sumargo ketika ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025). Ia membicarakan polemik royalti musik. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor Denny Sumargo angkat bicara mengenai kisruh royalti di industri musik Indonesia.

Selebriti yang biasa disapa Densu ini menganggap polemik royalti musik ini membuat terpecahnya tiga kelompok, yakni penyanyi, pencipta lagu, hingga Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).

Baca juga: Royalti Musik di Bioskop dan Film Jadi Sorotan, Ini Tanggapan LSF

Denny Sumargo tak mau ikut campur mengenai izin penggunaan lagu hingga hak ekonomi antara penyanyi dan musisi, tapi ia fokus kepada pernyataan LMKN hingga proses jalannya sidang uji materi UU Hak Cipta.

Denny Sumargo menyoroti pernyataan pihak LMKN, yang menyebut kafe atau restoran yang memutar suara alam dan burung dikenakan royalti.

"Ini suara netizen ya, kayak suara burung diputar dan dikenakan royalti. Lah burungnya dibayar ya kan gitu kan maksudnya pertanyaannya gitu?" kata Denny Sumargo ketika ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025).

"Pernyataan ini jadi huru hara sebenarnya," tambahnya.

Baca juga: Sosok Dharma Oratmangun, Ketua LMKN yang Sebut Putar Suara Alam Harus Tetap Bayar Royalti

Pria yang akrab disapa Densu ini menduga, pernyataan LMKN itu menilai segala sesuatu di dunia punya nilai yang harus dibayarkan ke negara.

"Ya mungkin maksudnya segala suatu di dunia itu punya hak royalti sendiri. Tapi kayak gak ada penegasannya," ucapnya.

Densu juga menyoroti pernyataan hakim Mahkamah Konstitusi (MK), yang merasa dampak royalti begitu besar, hingga menyebut keluarga WR Supratman kaya raya dari royalti.

"Kayak masalah royalti kayak begini permasalahan bisa lebih jauh kayak WR Supratman tuh harusnya kaya raya kan katanya," jelasnya.

"Ya itu kan jadi lucunya kemana-mana gitu, memang komedi di negara Konoha ini," tambahnya.

Densu hanya ingin kisruh royalti antara penyanyi dan pencipta lagu, harus segera diselesaikan agar tidak ada konflik berkepanjangan.

Bahkan, diakui Denny Sumargo, jika tidak cepat diselesaikan. Isa mengganggu jalannya industri musik Indonesia.

"Jangan sampai jadi panjang masalah royalty-royalty ini gitu karena akhirnya nama-nama besar yang nanti keluar lagi, keluar lagi, keluar lagi ribut, ribut, ribut, ribut podcast lagi," ujar Denny Sumargo. (Ari). 

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved